Bang Dhin meyakini kuliner terpadu bisa berkembang di Kalsel

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin.(ist)

Banjarmasin,kalselpos.com– Provinsi Kalimantan Selayan (Kalsel) sangat layak dijadikan kawasan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan industri kreatif. Hal ini perlu upaya serius dan sebagai langkah awal untuk percontohan bisa dilakukan di kota Banjarbaru dengan mengembangkan usaha pusat kuliner terpadu ini.

“Jika sudah berhasil ini bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain di Kalsel,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin kepada kalselpos.com, Jumat (05/03)

Bacaan Lainnya

Upaya menggelorakan sektor usaha kerakyatan ini setelah melihat proyeksi pengembangan industri UMKM di Jakarta, tepatnya Thamrin 10 kini telah mampu menampung 54 tenant. Untuk Kalsel sendiri sementara bisa memulai dengan 20 – 30 sektor usaha idustri dan kuliner. Guna mencapai cita-cita itu maka harus ada sistem pengelolaan yang profesional dengan menerapkan managemen yang baik.

“Jika berkembang baik, saya meyakini ke depan bisa diperbanyak,” ucapnya.

Pria yang karib disapa Bang Dhin ini menjelaskan saat ini para pelaku UMKM dan industri kreatif buah karya orang banua harus di support terlebih di tengah pandemi Covid-19 upaya pemulihan ekonomi itu harus dimulai dari paling bawah melalui usaha kerakyatan. Tujuannya jelas membantu mereka agar kembali bangkit dan maju di tengah resesi ekonomi, bagi yang tak punya offline store atau tempat berjualan maka harus disiapkan stand berdagang yang strategis dan refresentatif.

“Mereka bisa ditampung di pusat kuliner dengan ikatan kerja sama. Antara pemerintah daerah, UMKM, dan pihak ketiga tentu saja,” sebutnya.

Konsepnya di pusat kuliner Thamrin 10 Jakarta tersebut segala fasilitas disediakan, baik untuk UMKM dan juga pengunjungnya disana semua serba ada serta menarik. Hal ini dilengkapi pula dengan menjaga kenyamanan para pengunjung sehingga mereka berbelanja merasa senang maupun bersantai.

Artinya wacana ini harus ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai seperti meja dan kursi yang lengkap, termasuk kanopi pelindung hujan dan panas.

Di pusat kuliner terpadu ini juga tersedia space untuk aktivitas komunitas, ruang bersama workshop dan ruang display untuk UMKM yang belum punya offline store. Lengkaplah. Panggung hiburan tak ketinggalan. Bahkan bisa untuk acara nikahan atau kegiatan lainnya.

“Selain itu juga terdapat sub bisnis selain kuliner, misalnya fashion, beauty, lifestyle, sport, F&B, dan lain-lain,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Sidik
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya