Mobdin Dewan sepaket dengan Walikota dan Wakil

  • Whatsapp
Harry Wijaya

Banjarmasin,kalselpos.com – Ketua DPRD Banjarmasin H Harry Wijaya menyebut, proses pengadaan mobil dinas untuk empat orang unsur pimpinan dewan, merupakan satu paket dengan pembelian mobdin walikota dan wakil.

“Untuk pelaksana pembelian itu, juga dari pihak Pemerintah kota sendiri,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (4/3).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pengadaan sejumlah mobdin tersebut pada dasarnya dilakukan untuk memenuhi ketentuan terkait kendaraan dinas pejabat daerah.

“Sekarang mobil dinas jenis sedan yang kami gunakan tidak sesuai dengan aturan, karena CC nya mencapai 2500 CC,” jelasnya.

Padahal dalam Permendagri Nomor 7 tahun 2006 yang kemudian dirubah dalam Permendagri Nomor 11 tahun 2007 disebutkan bahwa,khusus untuk ketua dan wakil ketua dewan, mobil dinas digunakan maksimal hanya berkapasitas mesin 2.200 CC.

Disisi lain, usia kendaraan jenis sedan tersebut terangnya sudah berusia lebih dari lima tahun. Hingga dinilai kurang efisien bila digunakan, ditambah biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali menegaskan, pengadaan mobil dinas yang usianya sudah lebih dari 5 tahun, sangat dibolehkan.

Namun, harus sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor : 33 tahun 2020. Bahwa pengadaan mobil dinas untuk pejabat di daerah, tidak boleh harganya lebih dari Rp486 juta.

“Jadi harga satu unit mobil dinas yang dianggarkan, tidak lebih dari itu. Tidak sampai miliaran rupiah,” sebut Matnor Ali.

Menyinggung adanya penilaian tidak pantas disediakan mobil dinas baru di tengah kondisi keuangan sedang sulit akibat pandemi corona, Matnor Ali mengatakan wajar dan tidak mempersalahkannya.

Tetapi, karena sudah dianggarkan dalam APBD, sesuai Permendagri Nomor : 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan RAPBD, maka anggaran yang sudah dialokasikan itu tidak boleh digeser atau digunakan untuk kepentingan lain.

“Terkecuali atas pertimbangan lain dan itupun harus diusulkan pada RAPBD Perubahan,” ingatnya.

Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin tuturnya, sama sekali tidak pernah menilai jika mobil dinas yang digunakan saat ini sudah tidak layak pakai lagi. Hanya pihaknya berpendapat dengan waktu pemakaian yang lama, tentunya memerlukan biaya perawatan relatif mahal bahkan saat dilelang nilainya sangat jauh turun.

“Jadi adapula pertimbangan untuk efisiensi agar tidak memakan biaya pemeliharaan, juga mobdin sedan yang ada sekarang nilainya tidak terlalu turun bila dilelang,” tutupnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Aspihan Zain

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya