Ferry penyeberangan Batulicin – Barru sudah berjalan normal

  • Whatsapp
KM Awu Awu sandar di pelabuhan ASDP Batulicin.(kristiawan)

Batulicin, kalselpos.com – Ferry penyeberangan milik PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah berjalan normal kembali.

Sebelumnya kurang lebih 1 bulan transportasi laut Batulicin-Sulsel pada bulan Februari sempat terhenti alias tidak normal jadwal berlayar nya.

Bacaan Lainnya

Ahmad Sunaidi, Manajer Usaha PT.ASDP Cabang Batulicin.(kristiawan)

“Hal itu ditengarai dengan adanya dok kapal (perawatan kapal) dan cuaca cukup ekstrim pada bulan Februari,” terang Ahmad Sunaidi selaku Manajer Usaha ASDP Cabang Batulicin kepada kalselpos.com, Selasa (2/3/21) siang.

“Untuk saat ini per 1 Maret jadwal penyeberangan sudah mulai normal kembali, baik jadwal penyeberangan ke Barru Sulsel ataupun jadwal penyeberangan dari Garongkong ke Batulicin,” imbuh Sunaidi.

Untuk jadwal penyeberangannya dari Batulicin ke Garongkong Barru setiap hari Senin dan Kamis kemudian penyeberangan dari Garongkong ke Batulicin jadwalnya setiap hari Selasa dan Sabtu.

“Kami tekankan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang dimulai dari proses pembelian tiket hingga proses perjalanan berlayarnya,” pesannya.

Kemudian Ahmad Sunaidi menjelaskan, untuk aktivitas penyeberangan lintas kabupaten dalam provinsi seperti, pelayaran ke Pelabuhan Tanjung Serdang (Kota Baru) selama ini tidak ada kendala.

“Begitu juga aktivitas pelayaran ke pulau kecil seperti Pulau Sebuku dan sebagainya di perairan Kotabaru,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya