Tersangka penusukan Mahasiswa ULM akhirnya ‘Menyerahkan diri’

  • Whatsapp
[]istimewa TERSANGKA PENGANIAYA - Dua tersangka penganiaya, usai menyerahkan diri ke Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Banjarmasin, kalselpos.com– Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap kasus penganiyaan yang menyebabkan Muhammad Wildan (19), yang merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) asal Tanah Bumbu, tewas usai beberapa hari dirawat.

Kedua tersangka pelaku penusukan, masing – masing Er alias Fandi (20) dan Wah (24) yang merupakan warga Jalan Kelayan A / Antasan Segera, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kini telah berada di tahanan Mapolresta Banjarmasin guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bacaan Lainnya

Usai memeriksa kedua tersangka, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, saat dihubungi awak media, menuturkan kronologi kejadian yang akhirnya merenggut nyawa Muhammad Wildan.

Kejadian bermula saat korban dan seorang temannya membeli nasi goreng di Jalan Lingkar Dalam, Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, Jumat (2/2/2021) lalu, sekitar pukul 02.00 Wita.

Disaat bersamaan pelaku, Fandi dan seorang temannya yang juga membeli nasi goreng kebetulan duduk di belakang kursi yang ditempati oleh korban.

“Saat itu handphone salah satu pelaku berbunyi. Mendengar itu korban pun menoleh ke arah tersangka pertama,” ujar Kapolresta Banjarmasin di dampingi Kasat Reskrim, Kompol Alfian Tri Permadi.

Ternyata hal tersebut membuat tersangka tersinggung dan bersikeras tidak terima, karena korban menoleh ke arahnya, hingga kemudian sempat terjadi cek-cok di antara keduanya.

“Melihat tersangka berdiri, korban juga ikut berdiri dan melepaskan jaketnya. Tetapi saat itu korban dibujuk oleh temannya agar jangan berkelahi dan melawan, hingga akhirnya korban kembali mengenakan jaketnya,” lanjutnya.

Tetapi tersangka yang sudah emosi dan tidak terima lalu mengambil dua balok papan kecil yang kemudian dilemparkannya ke arah korban dan temannya, namun berhasil dihindari. Tak berhenti disitu, tersangka juga sempat melemparkan ban bekas ke arah korban, namun kembali tidak mengenai sasaran.

Korban dan temannya sempat hendak meminta maaf kepada pelaku. Namun ditolak oleh pelaku dan mengatakan “jangan kemana-mana buhan ikam, di sini haja” sambil menghalangi sepeda motor milik korban.

Tidak berapa lama kemudian datang du orang teman tersangka, di antaranya tersangka Wah.

Wah yang duduk di jok belakang langsung berlari mendekati korban sambil membawa sebilah pisau.

“Saat itu Wah sempat berusaha menikam korban yang hampir mengenai teman korban.

Hingga akhirnya korban kembali ditikam oleh tersangka Wah di bagian perut sebelah kanan dan kiri.

Melihat hal tersebut teman korban langsung melerai keduanya dengan cara menarik tangannya.

Namun tanpa disangka, tersangka pertama langsung mendekati korban dan menikamnya beberapa kali, hingga mengalami luka pada bagian bagian bawah ketiak sebelah kiri.

Korban yang sempat lari, tetap dikejar oleh kedua tersangka.

Beruntung, dengan dibonceng temannya, korban akhirnya berhasil melarikan diri ke arah dalam Jalan Lingkar lewat jalan tembus menuju Polresta Banjarmasin.

Korban kemudian akhirnya di bawa Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Meski telah mendapatkan perawatan dan keluar dari rumah sakit, korban akhirnya korban meninggal dunia, pada Sabtu (20/2/2021), di rumah orang tuanya di kawasan Batulicin.

Kapolresta pun menyebutkan, diamankannya pelaku tak lepas dari upaya persuasif yang dilakukan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin kepada pihak keluarga, yang akhirnya mendampingi proses penyerahan diri kedua pelaku.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya