Jembatan bersejarah Muara Anjir Kelampan Dirobohkan

  • Whatsapp
Jembatan Muara Anjir Kelampan Mandomai saat dirobohkan menggunakan hexavator.(ist)

Kuala Kapuas, kalselpos.com -Sewaktu Kabupaten Kapuas sebagai kabupaten induk yang belum dimekarkan, ada 3 jembatan dengan bentuk dan konstruksi yang sama dibangun di 3 lokasi berbeda.

Bacaan Lainnya

Jembatan itu ada di Muara Anjir Kalampan masuk dari Sungai Kapuas, Muara Anjir Kalampan saat mau keluar di Sungai Kahayan (sekarang wilayah Kabupaten Pulang Pisau) dan di Muara Anjir Serapat masuk dari sungai Kapuas Murung menuju Sungai Barito wilayah Kalimantan Selatan.

Untuk di dua tempat, Muara Anjir Kalampan masuk dari sungai Kahayan, sudah mengalami perbaikan. Sekarang dalam wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Satunya lagi, Muara Anjir Serapat masuk dari Sungai Kapuas Murung, karena ditabrak tongkang pengangkut pasir, mengalami kerusakan dan patah. Namun sekarang sudah diperbaiki dan bisa digunakan.

Demikian juga dengan Jembatan yang berada di Muara Anjir Kelampan masuk dari sungai Kapuas, merupakan penghubung dari Desa Saka Mengkahai dan Kelurahan Mandomai, Sabtu (27/2) sekitar pukul 14.30 WIB, dengan dihadiri Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas, Teras, PPTK, pengawas masyarakat dan petugas keamanan dari unsur TNI Polri, jembatan tersebut dirobohkan untuk kemudian direnovasi atau diperbaiki.

Jembatan bersejarah ini dibangun sekitar tahun 1975 dan mulai digunakan sekitar tahun 1976 atau sekitar 45 tahun yang lalu. Karena faktor usia dan struktur jembatan berbahan dasar kayu Ulin yang dikhawatirkan akan mudah patah. Maka kebijakan merenovasi jembatan dilakukan oleh instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas.

“Jembatan ini sebelum menelan korban karena kondisinya yang sudah tua, maka wajar segera di lakukan perbaikan atau renovasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ucap Yanir, salah satu tokoh masyarakat di Kapuas Barat.

Yanir menambahkan, jembatan yang akan dibangun ini masih mempertahankan bentuk asli semula, agar nilai sejarahnya masih tetap dipertahankan.

Hal senada disampaikan Kepala STM GKE Mandomai yang lokasi sekolahnya tidak jauh dari jembatan yang dirobohkan, Ira Andriani ST menyambut baik dan bersyukur di perbaiki jembatan ini, “Walau bersejarah tapi perlu dipertimbangkan pula aspek keamanan pengguna jembatan,” ucap Ira sore itu.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya