Budaya dan Kearifan Lokal harus diperkenalkan kepada Anak Cucu

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kalsel, Drs Hj Rachmah Norlias ketika sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal.(ist

Banjarmasin, kalselpos.com– Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selaran (Kalsel), Drs Hj Rachmah Norlias mengungkapkan begitu pentingnya kesadaran dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para pendahulu sebagai kekayaan yang unik sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah untuk diperkenalkan kepada anak cucu.

Terlebih diera digitalisasi saat ini seperti musik panting, mamanda, aneka permainan tradisonal dan banyak lagi kearifan lokal lainnya. Oleh karena itu perlu diperkuat dengan adanya payung hukum di dalamnya sehingga memiliki kekuatan.

Bacaan Lainnya

“Ada kekhawatiran dari kita, bahwa anak muda jaman millenial ini lebih mengetahui kebudayaan asing daripada kebudayaan sendiri, untuk itu menjadi tugas bersama guna mengedukasinya,” ujar Hj. Rachmah Norlias kepada kalselpos.com di sela-sela kegiatan sosialisasi Peraturan daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal bertempat di Depo Arsip dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin, Kamis (25/02).

Dipilihnya Perda ini untuk disosialisasikan karena sangat positif disebarluaskan dan diperkenalkan terkait aturan produk DPRD Kalsel hingga kelapisan masyarakat paling bawah karena semuanya nyaris tegerus oleh zaman.

Sebelum terlambat tentu budaya kearifan lokal warisan nenek moyang para pendahulu harus dipertahankan dan diwariskan kepada anak cucu.

“Terlebih diera modern digital saat ini jangan sampai generasi sekarang hanya terkosentrasi pada gadgetnya, tidak tahu nilai-nilai budaya yang menghibur dan memiliki daya tarik tersendiri,”
tutur politisi PAN ini.

Kemudian pemerhati dan narasumber kegiatan sosialisasi Perda, M. Kuzaimi mengatakan budaya dan kearifan lokal di Kalsel sangat kaya dan beragam sehingga sangat berpotensi untuk penunjang pariwisata dan berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah Kalsel.

“Artinya kita tidak perlu menunggu infrastruktur yang lengkap dan standart untuk meningkatkan pariwisata maka gerakannya akan lambat, tapi apabila kita bisa memanfaatkan budaya dan kearifan lokal sebagai pariwisata, maka geliat wisata di daerah kita akan cepat meningkat,” terangnya.

Pencipta lagu berbahasa Banjar, Hariadi berharap adanya Perda ini diharapkan lagu-lagu berbahasa Banjar lebih sering terdengar di ruang-ruang publik, seperti bandar udara, tempat wiasata sampai hotel-hotel yang ada di Banjarmasin.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Sidik
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait