Safrizal: Kalsel Tidak Perlu Beras Impor

  • Whatsapp
Pj Gubernur Kalsel Safrizal memberikan sambutan pada acara syukuran panen padi di Desa Beringin Jaya Batola, Rabu siang.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Sampai kapanpun, sektor pertanian akan tetap nomor satu dibandingkan dengan sektor lainnya.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Safrizal dalam sambutannya pada acara syukuran  panen padi Kelompok Tani Sumberdaya Muda, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (24/2/2021) siang.

Bacaan Lainnya

“Di Batola tidak ada tambang. Orang penambang makan nasi, karena itu pertanian tetap nomor satu kecuali kita makan batubara,” ucap Safrizal.

Karena itulah Safrizal meminta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel untuk terus memantau produktivitas pertanian di Banua agar terus meningkat dan kehidupan petani makin sejahtera.

“Kalau panen bagus jangan lupa bayar zakat supaya selalu dirahmati Allah,” pesan Safrizal.

Dia juga tidak lupa berpesan kepada para petani untuk selalu menjaga kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Sawah tempat paling aman karena sinar matahari banyak. Jangan lupa saat menanam maupun panen selalu  jaga jarak agar pataninya sehat dan padinya tumbuh subur  terhindar dari penyakit,” ucapnya.

Safrizal juga meminta Kadis TPH Kalsel untuk menyampaikan ke Bulog agar di Kalsel tidak perlu ada beras impor, karena Kalsel selalu surplus setiap tahun.

“Sampaikan ke Bulog, Kalsel tidak perlu beras impor,” tegasnya.

Safrizal mengungkapkan, Kalsel adalah pintu gerbang calon Ibu Kota Negara (IKN). Karena itu harus dimaksimalkan sedemikian rupa untuk bisa memasok kebutuhan pangan ke calon IKN.

“Saya sudah sampaikan kepada bapak  presiden agar dibukakan jalan untuk logistik ke ibu kota negara,” tuturnya.

Terakhir, Safrizal mengajak kepada seluruh petani di Kalsel  terus bekerja keras dengan pola mekanisasi agar efektivitas semakin bagus. “Harga padi yang stabil kesejahteraan petani bisa meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, pihaknya siap selalu memantau, memonitor dan memajukan produktifitas pangan dan hortikultura di Banua.

“Sektor pertanian dimajukan terus dengan melakukan inovasi.
Komunikasi terus kita lakukan dengan Kementerian Pertanian, apa saja keperluan lagi dibidang pertanian kita selalu sampaikan,” beber Syamsir.

Terkait agar Kalsel tidak perlu beras impor, menurut Syamsir beras yang dibeli Bulog adalah dari petani lokal juga. Tidak ada beras impor, namun harganya saja lagi yang masih rendah. Bulog beli pada kisaran harga Rp7 ribu perkilogram.

“Ini yang kita komunisikan dengan Bulog. Bagaimana Bulog bisa beli beras petani dengan harga yang lebih tinggi lagi Rp8 ribu – Rp9 ribu per liter. Kita yakin kalau pada saat musim panen, Bulog pasti kewalahan membeli gabah petani kita karena panen yang selalu melimpah setiap tahunnya,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya