Menelisik Petani Arang Kayu di Mentewe, bisa bertahan penuhi Kebutuhan Keluarga

  • Whatsapp
Indarto Alias Bojes salah satu petani arang kayu di Desa Bulu Rejo Kecamatan Mentewe Tanbu.(kristiawan)

Batulicin,kalselpos.com – Arang kayu adalah arang yang terbuat dari bahan dasar kayu, banyak digunakan untuk keperluan memasak dan sebagainya.

Untuk bahan yang digunakan pembuatannya berupa kayu limbah yang masih baik, dalam hal ini kondisi kayu belum membusuk.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Kali ini kalselpos.com menelisik aktivitas para petani arang di Desa Bulu Rejo, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan dengan jarak dari kantor desa setempat berkisar 2 Km.

Pengarungan arang kayu di Desa Bulu Rejo Kecamatan Mentewe Tanbu.(kristiawan)

Indarto Alias Bojes bapak dari dua orang anak yang merupakan warga desa setempat adalah salah satu petani arang kayu, menuturkan kepada kalselpos.com Selasa (23/2/21) siang.

“Sudah hampir lima tahun saya menjalani sebagai petani arang kayu untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Dalam satu bulan saya sendiri bisa menghasilkan produksi arang kayu sebanyak 14 ton,” terang Bojes.

Diuraikannya, proses pengolahan untuk 14 ton arang kayu membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat minggu, mulai dari penumpukan kayu, persiapan bahan bakar dengan rumput kering (huma) hingga pengeringan arang. Kemudian diangkut menggunakan transportasi truk ke Banjarmasin untuk di jual.

“Untuk harga arang kayu yang kering (kualitas bagus) di Banjarmasin senilai Rp1.700 per kiligram,” ungkap Bojes.

Kendati demikian dia hanyalah seorang petani atau pekerja. Modal kayu limbah ulin tersebut ada yang menyuplainya, yaitu pemilik modal arang kayu tersebut.

Indarto Alias Bojes menjelaskan, untuk hasil produksi arang kayunya sebanyak 14 ton per bulan dengan nilai hasil rupiahnya sebanyak 1.700 per Kg x 14 ton : 1700 x 14.000 = 23.800.000.

Dari hasil kotor 23.800.000 dipotong biaya modal penyuplai limbah kayu ulin sebesar 9.000.000 tiap hasil produksi arang 14 ton kemudian Rp450 per Kg biaya transportasi ke Banjarmasin sebesar 450 x 14.000 (14 ton) : 6.300.000 dan ongkos pengarungan sebesar 150.000 per ton x 14 ton = 2.100.000.

Kemudian dirincikannya 23.800.000 – 9.000.000 – 6.300.0000 – 2.100.000 = 6.400.000. “Itulah pendapatan bersih per bulan yang saya diterima,” sebut Bojes.

Dari situlah, ungkap Bojes dirinya bisa bertahan memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menenggah Pertama (SMP).

Dia berharap kedepan, akan ada pembinaan dari pihak pemerintah daerah baik secara teknis pengelolaan ataupun pemasarannya.

Hasil pantauan kalselpos.com di lapangan sekitar 2 – 3 Km dari Kantor Desa Bulu Rejo ada sekitar 30 – 40 lokasi pembakaran arang dan petani arang (satu lokasi pembakaran satu petani arang kayu).

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements