Polisi HSU ‘baku Tembak’ dengan tersangka Penyandera, sebelum akhirnya Dilumpuhkan

  • Whatsapp
[]istimewa TERSANGKA PENYANDERA - SA (45), tersangka penyandera yang terlibat baku tembak dengan polisi, sebelum akhirnya tewas di rumah sakit, Senin (22/2/21) pagi.

Amuntai,kalselpos.com – Tim Jatanras Satreskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terlibat baku tembak dengan seorang tersangka penyanderaan, seorang pria berinisial SA (45), warga Desa Sungai Turak Dalam, Kecamatan Amuntai Utara.

Kejadian terjadi, pada Senin (22/02/21) dini hari, di rumah korban M, di Desa Panawakan RT 3.

Bacaan Lainnya

Saat kejadian, tersangka SA menyendara korban M, sejak Minggu (21/2/21) sekitar pukul 21.30 Wita hingga Senin pukul 03.00 Wita.

Baku tembak tidak terelakan lagi, karena tersangka mecoba mengancam dan menembakan pistol ke arah petugas, yang saat itu mencoba melakukan negosiasi.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan, Senin pagi, mengatakan, pelaku saat menyandera korban di depan rumah dengan satu senjata api (senpi) kecil dan satu senpi rakitan berlaras panjang, yang disandang atau digantung di dada tersangka dengan tali sandang.

BARBUK – Barang bukti (barbuk) berupa dua buah senpi yang diamankan polisi.

“Anggota Sat Reskrim telah melakukan tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali dan dibalas tembakan oleh palaku SA satu kali.

Mengetahui hal itu, anggota polisi melakukan negosiasi, terangnya di dampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres HSU.

Karena pelaku melakukan perlawan dan mengancam petugas, baku tembak tidak terelakkan lagi antar petugas.

“Pelaku mendapatkan tiga kali tembakan di badannya sebelum tersungkur, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pembalah Batung Amuntai dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: adiyat
Editor: SA Lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait