Pemkab Kotabaru ikuti arahan Presiden tangani Kebakaran Hutan

  • Whatsapp
Acara pengarahan dari Presiden Republik Indonesia tentang Pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2021 melalui video konferensi (vidkon), di Operation Room Pemkab Kotabaru.

KOTABARU, kalselpos.com – Plh. Bupati Kotabaru Said Akhmad menghadiri acara pengarahan dari Presiden Republik Indonesia tentang Pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2021 melalui video konferensi (vidkon) yang berlangsung di Operation Room Pemkab Kotabaru, Senin (22/02/2021)

Bacaan Lainnya

Arahan itu disaksikan juga oleh Kapolres Kotabaru, Dandim 1004/Kotabaru, Danlanal Kotabaru, Kajari Kotabaru serta kepala SKPD.

Ditemui usai acara, Said akhmad mengatakan, kegiatan vidkon dilaksanakan dalam rangka pengamanan kebakaran hutan, dimana di wilayah kita sudah punya pemetaan dari forkompimda daerah mana saja yang rawan kebakaran.

Nanti, lanjutnya, tinggal menindak lanjuti pada musim kemarau yang diperkirakan BMKG seperti yang diutarakan oleh Presiden yang terjadi antara bulan mei dan puncaknya pada bulan Agustus dan September.

“Kita berdoa, mudah-mudahan tidak ada kemarau seperti tahun lalu,” ungkap Said.

Ditambahkan Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin bahwa, pihaknya telah memetakan daerah rawan karhutla.

Untuk wilayah kepulauan, terangnya, rawan karhutla seperti di daerah Pulaulaut Barat, Pulaulaut Timur dan Pulaulaut Tengah.

Point terpenting saat ini kata Andi adnan, adalah bagaimana semua stakeholder bersinergi, berkolaborasi untuk bisa melakukan pencegahan, sesuai yang ditekankan oleh presiden.

“Jangan apinya besar lalu kita kerja,” jelasnya.

Lanjutnya, stakeholder dari pemerintah hingga ke tingkat desa, Kodim hingga tingkat Bhabinsa, Polres sampai ketingkat Bhabinkamtibmas, nanti akan berkolaborasi untuk mengedukasi masyarakat. Pencegahannya melalui cara edukasi, agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan.

“Menurut data, 99 persen kebakaran hutan dan lahan itu disebabkan oleh manusia, yang semuanya menyangkut faktor ekonomi, baik itu dilakukan perorangan maupun korporasi,” kata Kapolres.

Itulah nanti, ujar Andi adnan yang akan menjadi target edukasi, pihak perorangan maupun korporasi yang berpotensi melakukan pembakaran lahan. Sehingga mudah-mudahan tidak ada lagi terjadi kebakaran hutan di Kabupaten Kotabaru.

“Memang kalau membuka lahan dengan cara membakar itukan cepat dan otomatis mengurangi biaya, tapi itu merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem serta mengganggu masyarakat lain, jadi untuk kepentingan umum kami tekankan jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ardiansyah
Editor : Aspihan Zain

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait