Penabatan sungai penyebab masih tergenangnya air di Jejangkit dan Mandastana

  • Whatsapp
Saut Nathan Samosir menunjukkan video kanal yang dibangun nyaris menutupi sungai di wilayah Kecamatan Mandastana.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Banjir besar yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan pertengahan Januari 2021 lalu belum 100 persen surut. Setidaknya masih ada beberapa desa di wilayah Kecamatan Jejangkit dan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala yang masih terendam banjir.

Masih terendamnya dua wilayah tersebut membuat penasaran Mantan Ketua Badan Restorasi Gambut Kalsel, Saut Nathan Samosir.

Bacaan Lainnya

Dia pun meninjau langsung beberapa lokasi perkampungan yang terendam pada akhir pekan tadi.

Menurut politisi PDIP itu, penyebab dari masih tergenangnya air di wilayah Kecamatan Jejangkit dan Mandastana karena sebagian besar sungai disitu dilakukan penabatan atau dibuat kanal oleh masyarakat dan beberapa perusahaan sawit.

“Sungai di kanal dengan menyisakan satu sampai dua meter saja lagi. Padahal sungainya  lebar. Tentu arus air terhambat dan turunnya sangat lambat, bagaimana banjir mau surut,” ucapnya kepada kalselpos.com, Minggu (21/2/2021).

Samosir pun tidak tinggal diam. Dia melakukan aksi nyata dengan melakukan pembongkaran kanal setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan aparat desa setempat.

“Secara logika, air di Jejangkit dan Mandastana itu turunnya ke wilayah Banjarmasin melalui alur Lingkar Utara. Namun anehnya air justru menuju ke atas memasuki wilayah Kecamatan Cerbon mengalur ke Sungai Barito,” ungkapnya.

Secara logika, papar Samosir, air itu akan turun ketempat yang lebih rendah. Banjarmasin bisa surut karena semua yang menyumbat aliran air dibongkar.

“Kalau air di Jejangkit dan Mandastana mau cepat surut, tidak ada cara lain selain membongkar semua kanal yang memuat aliran sungai terhambat,” tegasnya.

Samosir menegaskan, dirinya terus berkoordinasi dengan perusahan-perusahaan besar sawit di wilayah tersebut untuk ikut menormalisasikan aliran sungai.

“Jangan hanya bisa berusaha saja tanpa melihat kondisi lingkungan yang terendam,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya