Tukang Ojek cabuli Kakak beradik dari atas sepeda Motor

  • Whatsapp
[]istimewa TERSANGKA PENCABULAN - SH (48), tersangka pencabulan kakak beradik warga Banjarmasin Selatan, usai diamankan polisi, Kamis (18/2/21) kemarin.

Banjarmasin, ,kalselpos.com – Seorang tukang ojek diamankan jajaran Satreskrim Polresta Banjarmasin, karena diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap dua orang anak di bawah umur.

 

Advertisements

Bacaan Lainnya

BERIKETERANGAN PERS – Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi (kanan) saat memberikan keterangan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan tersangka SH (tengah).

Ironisnya, kedua korban di bawah umur tersebut adalah kakak beradik, yakni NB dan NL, warga Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Sementara tersangka pencabulan sendiri adalah SH (48), seorang tukang ojek yang juga tinggal di Banjarmasin Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi mengatakan, penangkapan tersangka SH dilakukan, pada Kamis 18 Februari kemarin, di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Di hadapan petugas, tersangka SH mengakui semua perbuatanya.

Kompol Alfian menambahkan, kronologis kejadian bermula saat tersangka diminta mengantarkan kakak beradik tersebut untuk mengirimkan barang dagangan yang mereka jual.

Lalu di tengah jalan, tangan tersangka coba memegang kemaluan milik korban yang duduk di belakangnya.

Sedang, sang kakak yang berada di depan disuruh memegang kemaluan tersangka, hingga menyetubuhinya di atas motor.

Mirisnya lagi, kejadian tersebut sudah berulang kali dilakukan oleh si tukang ojek tersebut, dengan memberikan upah Rp25 ribu kepada yang duduk di depan dan Rp10 ribu kepada yang duduk di belakang.

Aksi pelaku kerap dilakukan di atas motor miliknya di malam hari.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : fahrulani
Editor. : s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements