Pendapatan Pajak PKB di Samsat Banjarmasin II Lampaui Target

  • Whatsapp
H Muhramsyah, Kepala UPPD Samsat Banjarmasin II.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Target pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat  Banjarmasin II tahun 2020 melampaui target.

Ini tentu sangat menggembirakan karena kasadaran masyarakat untuk bayar pajak semakin meningkat.

Bacaan Lainnya

Kepala UPPD Samsat  Banjarmasin II, H Muhramsyah S.Sos MA kepada kalselpos.com Kamis (18/2/2021) mengungkapkan, di tahun 2020 Samsat Banjarmasin II menargetkan penerimaan pada pajak PKB sebesar Rp122.450.000.000.

“Sampai akhir Desember 2020, target itu tercapai  dengan pendapatan sebesar Rp126.217.280.317. Artinya ada lebih sebesar Rp3.767.280.317,” sebut Muhramsyah.

Animo masyarakat untuk bayar pajak juga tidak terlepas dari adanya penghapusan denda pajak dan denda administrasi oleh Pemprov Kalsel yang diberlakukan mulai awal Mei sampai akhir Desember 2020.

“Tentu saja dengan tercapainya target pendapatan ini semakin meningkatkan PAD kita,” tuturnya.

Muhramsyah juga tidak lupa berterima kasih kepada masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya bayar pajak kendaraan bermotor untuk menunjang pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat.

“Tentu ini sangat menggembirakan. Kami terus memberikan layanan terbaik  bekerjasama dengan Polda Kalsel, Jasa Raharja dan perbankan,” imbuhnya.

Muhramsyah menambahkan, layanan Samsat corner di Duta Mall juga sudah dibuka kembali setelah sebelumnya sempat terhenti karena pandemi Covid-19.

Selain itu, Samsat Drive Thru di Samsat Banjarmasin II juga sudah dibuka kembali untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraannya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya