Elpiji langka, Pemulihan Ekonomi bisa Terhambat

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Lutfi Saifuddin.(ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Lutfi Saifuddin menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait langkanya gas Elpiji 3 Kg. Bahkan jikapun ada, harganya melambung tinggi mencapai Rp40 ribu per tabung ditingkat pengecer, ini sudah tidak wajar bahkan imbasnya sekarang untuk Elpiji non subsidi seperti berat 5,5 Kg melonjak mencapai Rp85 ribu per tabung termasuk berat 12 Kg juga demikian.

“Ini seperti persoalan klasik yang terus terulang namun faktanya tidak ada solusi konkrit mengatasinya,” ujar Lutfi kepada kalselpos.com, Rabu (17/02).

Advertisements

Bacaan Lainnya

Komisi yang membidangi kesejahteraan ini berharap, agar semua pihak yang bersentuhan langsung segera mengambil langkah seiring hilangnya Elpiji melon di pasaran, kondisi ini tentu sangat mengganggu ekonomi kerakyatan seperti para pedagang kecil seperti paman pentol, warung bakso, kios gorengan dan lainnya. Terlebih ibu-ibu rumah tangga kesulitan memasak, jika persoalan ini semakin berlarut-larut akan menambah keresahan dan kekhawatiran masyarakat bisa menjadi masalah, yakni berpotensi kemiskinan meningkat karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjerit tidak bisa berjualan.

“Yang mati itu usaha kecil menengah, artinya bisa berdampak pemulihan ekonomi terhambat,” bebernya.

Secara pribadi sebagai wakil rakyat, pihaknya menduga adanya praktik penimbunan gas bersubsidi ini. Ia menghimbau Tim Satgas Elpiji maupun otoritas berwenang bisa melihat ke lapangan dan jika terbukti ada penimbun gas Elpiji ini segera ditindak tugas.

“Oleh karena itu kami berharap agar kelangkaan elpiji 3 Kg ini cepat teratasi, kasian rakyat,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Sidik
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements