Dispersip Kalsel tingkatkan minat baca di kalangan Santri

Dispersip Kalsel pinjamkan buku bacaan di beberapa pondok pesantren di Hulu Sungai.(ist)

Banjarbaru, kalselpos.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan minat di kalangan santri di berbagai daerah.

Caranya dengan meminjamkan buku bacaan ke berbagai Ponpes yang ada di Hulu Sungai.

Bacaan Lainnya

Setelah Ponpes di Balangan dan HSU, kini giliran meminjamkan buku bacaan ke Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah, (Barabai) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Penyerahan buku dilakukan oleh Tim Palnam Peduli yang dipimpin Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie di sela kegiatan aksi kemanusiaan jilid dua di HST, baru-baru tadi.

“Selain mendistribusikan bantuan, kita juga ingin membantu santri yang ada di pondok pesantren ini. Buku yang kami pinjamkan nantinya akan kami rolling lagi dengan buku-buku yang baru agar buku yang ada selalu update sehingga sirkulasi buku berjalan sesuai regulasi,” kata Nurliani, Selasa (16/2).

Sementara itu, Ustazah Ponpes Darul Istiqomah, Nirmala mengatakan hampir semua buku-buku koleksi perpustakaan terendam banjir dan tidak bisa dipakai lagi.
Setelah melihat berita tentang Dispersip Kalsel yang meminjamkan buku ke Pondok Pesantren Guru Danau di salah satu media sosial, dia pun mencoba berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan setempat agar mendapatkan bantuan serupa.

“Alhamdulillah permintaan kami atas bantuan buku ini direspon baik oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel. Kami sangat berterima kasih, sebab buku-buku ini akan sangat membantu belajar anak-anak. Karena buku koleksi kami sebelumnya rusak akibat bencana banjir,” kata Nirmala.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait