DLH Banjar Kewalahan Angkut Sampah

  • Whatsapp
Sampah yang menumpuk pasca banjir yang terjadi di kabupaten banjar. (ist)

Martapura, kalselpos.com – Banjir di wilayah Kabupaten Banjar pekan terakhir Januari berdampak jamak. Termasuk dampak peningkatan volume sampah.

Boyke W Triestiyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar mengatakan, produksi sampah pasca banjir di atas rata-rata produksi sampah harian.
“Saat banjir terjadi, timbunan sampah belum terlihat. Tapi beberapa hari, setelah air berangsur surut timbunan sampah baru terlihat,” kata Boyke.

Bacaan Lainnya

Bahkan hingga kini, menurut Boyke, produksi sampah masih tinggi meski banjir di banyak wilayah sudah surut. Tak hanya sampah rumah tangga, sampah berupa perabot dan perangkat rumah tangga teramat banyak.
Mestinya sampah-sampah tak cepat bau tersebut tidak langsung dikeluarkan warga dari rumah, menunggu hingga kondisi normal. “Sampah rumah tangga itu sisa-sisa bahan makanan. Tapi saat banjir, ada kasur, kursi, hingga kulkas,” ujarnya.
Gelabakan menangani sampah? Boyke mengatakan iya. Terlebih kondisi seperti ini pengalaman pertama. Bagi masyarakat, begitu pula pemerintah. Ke depan, diperlukan perencanaan penanganannya agar lebih baik lagi.
Pun ditambahkan Boyke, untuk penanganan sampah harian saja, saat ini pihaknya masih kekurangan armada. Utamanya amroll. Karena untuk mengangkut sampah serupa kulkas dan sofa, lebih mudah dan efisien menggunakan amroll ketimbang dump truk.
“Selain kekurangan armada, mengangkut sampah pasca banjir, kami juga kekurangan SDM. Karena banyak pekerja kami yang rumahnya kebanjiran dan tak bisa beraktifitas seperti biasanya. Jadi kalau dikatakan gelabak, iya,” kata Boyke.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis:fahmi de musfa
Editor:Wandi

 

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya