Pascabanjir, Peternak minta kemudahan pinjaman Modal Usaha

  • Whatsapp
Kadisbunnak Provinsi Kalsel, Hj. Suparmi.-(Anas Aliando)

Banjarbaru, kalselpos.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masih mendata dampak dan kerugian banjir untuk sektor peternakan secara keseluruhan. Laporan sementara ada sejumlah peternak yang mengalami kerugian berupa matinya hewan ternak akibat banjir.

Kondisi ini membuat para peternak harap-harap cemas, lantaran kehabisan modal untuk melanjutkan usaha peternakan setelah banjir melanda 11 kabupaten dan kota di Kalsel sejak pertengahan Januari 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Padahal peternak  salah satu sektor penyediaan protein hewani. Mereka pun berharap tak hanya diberikan bantuan bibit hewan ternak dan pakannya, namun juga bisa diberikan kemudahan dalam mengakses ke perbankan.

“Permasalahan ini yang harus kita atasi dengan cepat, demi kelangsungan usaha mereka. Apalagi peternak adalah salah satu tulang punggung menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kalsel. Petani dan peternak berharap meminta kemudahan mendapatkan pinjaman kredit tanpa bunga,” ungkap Kepala Disbunnak Kalsel, Drh. Hj Suparmi, kepada wartawan, Rabu (11/02/2021).

Pemerintah Provinsi Kalsel sendiri menurut Suparmi, berupaya keras pemulihan di sektor peternakan ini. Salah satunya akan memfasilitasi kemudahan peternak untuk mengakses ke perbankan dalam hal mendapatkan pinjaman modal usaha pascabanjir. Apalagi Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, menginstruksikan sektor perkebunan dan peternakan diperhatikan pascabanjir ini, lewat program pemulihan dan pembinaan yang intensif. Sehinggga bisa terjaga ketersediaan pangan asal hewani di Kalsel.

“Roda perekonomian sendiri khususnya di sektor peternakan jangan sampai terhenti. Selain memberikan bantuan bibit, kami juga mendorong bagaimana peternak bisa mengembangkan usaha lebih bagus lagi, sehingga di Kalsel ini terjaga ketahanan pangan dan kemandirian pangan.
Tentunya peran kawan-kawan di perbankan juga kami harapkan mendukung program pemulihan di sektor peternakan,” kata Suparmi.

Sektor Peternakan sendiri dari beberapa unit usaha telah mampu menyerap tenaga kerja ribuan orang yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalsel.

Usaha peternakan ini meliputi peternakan ayam petelur, ayam buras, maupun jenis peternakan besar seperti sapi dan kerbau. Seiring pertumbuhan sektor peternakan, maka sub sektor pendukungnya seperti pembibitan, budidaya, dan penyaluran sarana produksi juga menjadi peluang usaha yang membutuhkan tenaga kerja banyak. Apalagi permintaan daging di Kalsel masih tinggi.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya