31 Da’i Dikukuhkan untuk Bertugas di Daerah Terpencil‎

  • Whatsapp
PENGUKUHAN- ‎Ketua Umum MUI Kabupaten HSS, KH Muhammad Riduan Basri, mengukuhkan 31 da'i penggerak daerah terpencil dan rawan keagamaan.(Sofan)‎‎

Kandangan, kalselpos.com— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), KH Muhammad Riduan Basri, mengukuhkan dan memberikan pembekalan kepada 31 da’i penggerak daerah terpencil dan rawan keagamaan, Senin (8/2).

Pengukuhan dan pembekalan da’i tersebut, dihadiri Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Ketua Umum MUI Kabupaten HSS, KH Muhammad Riduan Basri, berharap kepada da”i yang telah dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan iklas karena Allah SWT, meminggat tugas da’i yang paling mulia seperti yang dilakukan oleh Rasulullah.

“Insya Allah jika dilakukan dengan ikhlas, kita dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ia mengingatkan, dalam menjalankan tugas da’i selain ikhlas untuk mempersiapkan modal sabar, karena banyak tantangan yang dihadapi di daerah terpencil, ada tanah longsor dan banjir, sementara tugas harus tetap dijalankan.

“Kalau kita tidak sabar, kita akan jauh dari kesuksesan dalam berdakwah. Jadi modal yang penting berdakwah itu adalah sabar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry, memberikan apresiasi kepada semua yang hadir, karena telah melaksanakan pengukuhan dengan menerapkan protokol kesehatan‎ yang menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Semoga dengan penerapan protokol kesehatan dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sampai hari ini masih ada yang dirawat 26 orang dan meninggal 45 orang,” ujarnya.

‎Memang, kata bupati, menjadi da’i sesuai yang disampaikan oleh Ketua MUI perlu kesabaran, dan pengalaman yang disampaikan salah seorang da’i sudah berjanji ditunggu-tunggu sampai menjelang shalat ashar tidak datang juga, sehingga da’inya pulang. “Setelah bertemu dan ditanyai, mereka hanya menjawab lupa guru,” ujar bupati

‎Menurut bupati, lupa tersebut artinya semangat orang menuntut belum betul-betul tinggi, karena belum merasa butuh akan ilmu agama, karena masih disibukan mencari sesuatu kebutuhan sehari-hari. “Inilah tantangan yang akan dihadapi sebagai da’i penggerak daerah terpencil dan rawan keagamaan,” ujar bupati.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sofan
Editor : Wandi

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements