Tokoh Karate Kalsel Tutup Usia

  • Whatsapp
Senpai M Aini Morgan (Fauzie)

Banjarmasin, kalselpos.com -Innalilahi wainnailaihi rojiun. Dunia Perkaratean Kalimantan Selatan berduka.

Sesepuh senior Karateka Kalimantan Selatan Muhammad Aini bin Hasim Hami tutup usia pada Kamis (4/2/2021) pukul 15.30. wita di kediamannya di Jalan R E Martadinata Gang Proklamasi Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Mungkin banyak yang tak mengenal dengan sosok ini, khususnya di dunia per Karate an Banua Kalimantan Selatan.

Pasalnya, saat ini olahraga karate di Kalimantan Selatan saat ini sudah terbilang maju pesat, apalagi sejak Gubernur setempat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kalimantan Selatan.

Namun tak banyak yang mengenal sosok Senpai Muhammad Aini atau yang akrab disapa Senpai Morgan. Seorang Karateka asli milik Banua ini, merupakan satu satunya Karateka pembawa (mandat) Perguruan Karate Lembaga Karate-Do Indonesia (LEMKARI) ke Kalimantan Selatan.

Sejarah singkat sang pembawa bendera Lemkari di Kalimantan Selatan ini diawali pada tahun 1972 dimana kala itu Senpai Morgan mengikuti ujian karate ke Surabaya Jawa Timur. Ujian kenaikan tingkat atau dalam istilah perkarate an penurunan Kyu dari sabuk Biru ke sabuk Coklat, itu pun dilakoninya dan berhasil lulus. Sekembalinya dari Surabaya, Senpai Morgan diberi mandat membawa LEMKARI ke Kalsel, untuk mengembangkan karate di Banua ini.

Pada Tahun 1976 Sempai Morgan berangkat kembali ke Surabaya untuk mengikuti Gashaku Nasional se-Indonesia selama 1 minggu. Setelah ujian DAN 1 (SABUK HITAM) selesai, kembali ke banua untuk melanjutkan mengembangkan olahraga beladiri asal Jepang ini.

Seiring berjalannya waktu perkembangan karate di Banua sudah mulai pesat dan bermunculan atlet-atlet karate Kalimantan Selatan yang berlaga di kancah nasional.

Berselang dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1978 lahirlah Karateka penyandang Sabuk Hitam berikutnya yang di susul H.Mochtasarul Hamzah Noor (Ketua Harian Forki Kalsel sekarang) mengikuti jejak sang maestro untuk menyandang sabuk hitam setelah mengikuti Gashuku Nasional se-Indonesia selama satu pekan di Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI Malang Jawa Timur yang merupakan sebagai syarat mengikuti Ujian DAN 1 (Sabuk Hitam).

Di usianya yang telah menginjak kepala tujuh, Senpai Morgan hanya mampu berbaring di kediamannya. Sakit yang ia derita membuat ayah tiga anak serta satu cucu ini, tak bisa berbuat banyak yang dilakukannya hingga ia menutup mata untuk selamanya.

Pada kesempatan ini, Pengurus FORKI Kalsel yang datang melayat pun merasakan duka yang mendalam. Salah satunya Ketua Harian FORKI Kalsel,H Mochtasarul Hamzah Noor pada kesempatan itu H.Hamzah mengatakan Turut berbelasungkawa yang sedalam dalamnya atas kepergian Sempai Morgan. Dirinya pun masih terkenang ucapan dan pesan almarhum sewaktu dirinya membesuknya beberapa waktu lalu.

“Dengan suaranya yang terbata-bata, namun masih terdengar jelas, ia berpesan agar Forki Kalsel untuk saling mempererat kesatuan dan jangan sampai terpecah belah atau diadu domba pihak lain.

“Kita urang banua harus dapat menjaga persatuan dan kesatuan, untuk menjalankan organisasi FORKI Kalsel, jangan sampai kita di adu domba oleh orang lain,” ucapan almarhum kenang Hamzah.

Hamzah pun berharap Karateka Banua bisa lebih solid lagi serta tak melupakan sejarah karate di Kalimantan Selatan.

Selamat jalan Sempai Morgan semoga kini engkau tenang disisi Nya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Aspihan Zain

Pos terkait