Pemkab Batola sambangi desa – desa yang terisolir banjir

  • Whatsapp
Pemkab Batola menggunakan klotok menuju lokasi banjir di desa yang sulit terjangkau.(ist)

Marabahan, kalselpos.com – Lebih dua pekan banjir berlangsung, jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) disibukan penanggulangan dan pelayanan para korban di posko-posko dan lainnya.

Giliran Desa Pantai Hambawang dan Antasan Segera, Kecamatan Mandastana yang disambangi jajaran Pemkab Batola.

Bacaan Lainnya

Kendati untuk menjangkau lokasi yang saat ini terisolir banjir harus dengan menumpang kelotok (perahu bermesin) serta melintasi genangan yang menenggelamkan area persawahan warga.

Jajaran Pemkab Batola bersama Anggota DPRD, Camat Mandastana, anggota forkopimcam, para kades, dan lainnya juga membawa bekal sembako, terutama mie instan dan air mineral untuk dibagi-bagikan.

Kunjungan yang dilakukan pada tanggal 30/1/2021 tersebut, selain untuk melihat kondisi warga juga untuk memastikan kebutuhan pokok, terutama makanan dan kesehatan terlayani memadai.

Dari pantauan yang dilakukan serta penjelasan para kades, ketersediaan bahan makanan terutama beras bagi warga di Desa Pantai Hambawang, Antasan Segera, dan Tabing Rimbah saat ini tergolong cukup bahkan hingga sebulan ke depan.

Kenyataan ini sekaligus menepis selentingan isu adanya warga yang kelaparan lantaran keterbatasan sembako yang dikirimkan akibat banjir.

Pemkab Batola yang dibawah kepemimpinan Bupati Hj Noormiliyani AS menyatakan, apabila ada informasi terkait warga kelaparan adalah tidak benar, karena semua bantuan tersampaikan ke semua tempat, termasuk desa yang sulit diakses seperti Pantai Hambawang dan Antasan Segera dengan menggunakan kelotok.

Bantuan – bantuan yang diberikan, bukan saja berasal dari Pemkab Batola tetapi juga dari pihak-pihak lain yang disampaikan para relawan dari berbagai pihak.

Atas nama Pemkab Batola, ia mengucapkan terima kasih setinggi – tingginya kepada para dermawan dari semua pihak, serta para relawan yang telah berpartisipasi membantu korban banjir termasuk melakukan pengiriman.

“Semoga kiriman air tak lagi terjadi, sehingga air cepat mengalir ke Sungai Barito dan kondisi desa bisa mengering dan warganya bisa kembali beraktivitas secara normal,”harap Noormiliyani.

Selain itu ia juga menyampaikan, jika ada yang kurang sehat bisa melakukan pemeriksaan, karena kehadiran Pemkab disertai petugas kesehatan dari puskesmas.

“Petugas puskesmas sudah diperintahkan agar ikut serta dalam setiap kunjungannya supaya bisa melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan warga, khususnya para korban banjir,”tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : muliadi
Editor : muliadi

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya