Tak dapat hasil dari Plasma, Petani Sawit lakukan Panen sendiri

  • Whatsapp
Petani kelapa sawit di Wanaraya saat melakukan panen sendiri.

Marabahan, kalselpos.com – Petani plasma kelapa sawit di wilayah Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Batola, lakukan panen buah kelapa sawit di lahan plasma kelapa sawit mereka. Lahan plasma ini dari perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anugerah Warttiendo bermitra dengan KUD Makarti Jaya.

Lahan plasma kelapa sawit kurang lebih 1000 hektar, milik warga 572 anggota petani plasma dengan meliputi desa sumber rahayu, surya kanta dan desa dwipasari.

Bacaan Lainnya

Tanaman kelapa sawit dari tahun 2013 hingga 2014, menurut peraturan yang mereka terima pada tahun ke 6 yakni tahun 2019 kemarin anggota plasma petani kelapa sawit mendapatkan hasil pada tahun 2019, namun belum ada hasil yang diterima petani.

Disamping ketidak jelasan hasil produksi pada mulai tahun 2017, hingga tahun ini tidak ada laporan masuk ke KUD Makarti Jaya untuk pemanenan yang dilakukan pihak perusahaan.

Ketua KUD Makarti Jaya, Darmono mengatakan, dari luasan 1000 hektar selama berjalan 8 tahun cuma 30 % yang produksi namun kurang terawat, 70 % luasan lainya tidak terawat sama sekali dan bahkan terdapat ratusan hektar masih belum tertanam hingga saat ini.

Sementara untuk pemanen buah yang dilakukan petani, itu sudah kesepakatan melalui rapat luar biasa beberapa waktu lalu.untuk hasil panen buah kelapa sawit tersebut akan di rapatkan kembali untuk penggunaannya.

Petani plasma kelapa sawit I Komang mengatakan, selama kurang lebih 8 tahun lahan plasma miliknya belum ada tertanam hingga saat ini, sementara tanaman kelapa sawit yang juga nampak tidak terawat.

“Pohon kelapa sawit sebagian juga hampir ditutupi semak belukar, daun kelapa sawit nampak menguning serta terlihat tidak ada pertumbuhan seakan hidup segan dan mati tak mau”, jelasnya

Sementara itu petani plasma lainnya Ali Munawar adanya permasalah kebun plasma ini, sebelumnya juga pernah dilaporkan ke DPRD Kabupaten Batola dan Pemerintahan Kabupaten Batola.

Hingga membentuk Pansus, namun hingga saat ini tidak ada respon dari pihak perusahaan mengenai lahan plasma yang tidak terawat dan hasil panen yang dilakukan pihak perusahaan tidak ada kejelasannya, sebut Ali Munawar”.

“Sebelum mengikuti plasma kelapa sawit pada awalnya pihak perusahaan menjanjikan, jika ikut plasma maka masyarakat akan sejahtera, namun yang didapat tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pihak perusahaan “, pungkas Ali munawar.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : ahim
Editor : muliadi

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya