Komunitas Taxi Bandara Gusti Syamsir Alam pertanyakan keberadaan “Angkutan Liar”

  • Whatsapp
Pengemudi angkutan bandata, minta kejelasan status sopir travel yang menjemput penumpang di area bandara Gt. Syamsir alam Kabupaten Kotabaru.

KOTABARU, kalselpos.com – Sejumlah sopir taxi bandara mendatangi kantor Dinas Perhubungan kabupaten Kotabaru pada Kamis (28/01/2021) pagi.

Bacaan Lainnya

Kedatangan mereka bukan untuk melancarkan aksi demo, melainkan meminta kejelasan status sopir travel yang sering terlihat menjemput penumpang di area bandara Gt. Syamsir alam Kabupaten Kotabaru.

Ketua Komunitas Angkutan Bandara Gt. Syamsir Alam, Said Faisal mengatakan, ada keluhan dari sopir taxi bandara pemilik trayek resmi untuk angkutan bandara, karena sering dijumpai travel yang menjemput penumpang di Bandara Gt. Syamsir Alam.

“Kami mempertanyakan mengenai status travel-travel tersebut. Apakah travel itu statusnya resmi untuk menjemput penumpang di bandara atau tidak,“ jelasnya.

Seandainya ujar Said, travel yang dimaksudkan itu statusnya tidak resmi, maka mereka meminta kepada pihak terkait untuk melarang travel tersebut melakukan penjemputan di bandara.

Perihal penjemputan penumpang oleh travel di bandara, Said menuturkan hal itu sudah sering terjadi bahkan sudah berlangsung lama.

“Saking seringnya, maka muncul lah keresahan dari kawan-kawan sopir taxi bandara,” ucap Said.

Pihaknya ingin, Dinas perhubungan berkoordinasi dengan pihak bandara Gt. Syamsir alam mengenai status angkutan resmi dan travel-travel tersebut.

“Kalau memang tidak boleh travel menjemput penumpang di bandara, maka mohon untuk dilarang, namun jika sudah dilarang tetapi masih melanggar silahkan diberi sanksi, “ pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ardiansyah
Editor : Aspihan Zain

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya