Hamzah : Walikota Harus “All Out” atasi Banjir di Banjarmasin

  • Whatsapp
Ketua Presidium PAMA Kalsel, H Mochtasarul Hamzah Noor. (Ahmad Fauzie)

Banjarmasin, kalselpos.com – Pasca dilanda banjir di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya,normalisasi aliran sungai menjadi fokus utama Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina untuk menangani banjir yang melanda Kota Seribu Sungai sekitar dua pekan terakhir.

Aksi membongkar bangunan yang dianggap menghambat maupun juga menyumbat aliran air sungai pun sudah dilakukan Pemko Banjarmasin belum lama tadi. Misalnya saja belasan kios yang ada di kawasan Pasar Kuripan, bangunan yang berada di samping Mesjid Bauturahim Jalan A.Yani Km 3,700 Banjarmasin Timur.

Bacaan Lainnya

Hal ini dilakukan demi mempercepat penurunan debit air yang menggenangi Banjarmasin, terutama di kawasan Banjarmasin Timur dan sekitarnya.

Dan program melakukan normalisasi aliran sungai ini pun mendapat respon positif dari sebuah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yakni Presdium Pergerakan Angkatan Muda Antasari (PAMA) Kalsel, yang diketuai oleh H Mochtasarul Hamzah Noor.

“Memang fakta di lapangan, banyak sekali aliran sungai yang tersumbat di Banjarmasin. Sehingga memang harus perlu dilakukan, dan tentu kita sangat mendukung langkah tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Hamzah ini, Kamis (28/1/2021) siang.

Hamzah pun berharap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina benar-benar serius melakukan upaya normalisasi sungai ini, dan tidak hanya untuk jangka pendek saja.

“Kita berharap all out baik jangka pendek maupun panjang. Karena kalau aliran sungai sudah dinormalisasi, kita yakin tidak akan terulang lagi banjir seperti kemarin di Banjarmasin,” jelas pria yang juga merupakan Ketua Umum Inkanas Kalsel ini.

Terkait dengan pemeliharaan aliran sungai ini sendiri lanjut Hamzah, sebenarnya sudah diatur melalui Perda Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Upaya Peningkatan Pengelolaan Sungai.

Misalnya pada pasal 5 ayat 1, pengelolaan sungai yang dilaksanakan harus memperhatikan tentang pengendalian banjir dan genangan sebagai akibat dari hujan lokal, debit sungai dari hulu dan fluktuasi pasang surut sungai.

“Kemudian pada ayat 4, berbunyi bahwa tidak menghilangkan identitas sejarah dan budaya sungai guna memperkuat pariwisata sungai Kota Banjarmasin. Ini berarti juga bahwa Wali Kota dan juga Pemko Banjarmasin harus all out,” katanya.

Terkait dengan normalisasi aliran sungai jangka panjang, Hamzah juga mengatakan perlu menjadi perhatian serius.

“Karena masih banyak juga bangunan yang memakan bahu sungai yang dibangun oleh masyarakat, tentu ini juga harus dibenahi,” sebutnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Aspihan Zain

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya