Banjir, Harga Cabai turun signifikan di Kota Bahalap

  • Whatsapp
Diskoperindag Batola saat sidak ke pasar guna memastikan ketersediaan bapok dan kestabilan harga.

Marabahan, kalselpos.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Barito Kuala (Batola) membuat Pemkab Batola) Provinsi Kalimantan Selatan ini khawatir tentang ketersediaan bahan pokok (bapok) kebutuhan masyarakat dan lonjakan harga signifikan.

Setelah dilakukan pengecekan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Barito Kuala di sejumlah pasar, ternyata tidak mempengaruhi, baik harga maupun ketersediaan bapok, khususnya di Pasar Tradisional Marabahan.

Bacaan Lainnya

Diskoperindag Batola melalui Kabid Perdagangan, Surono, S.Sos, menyampaikan, sementara ini untuk ketersediaan bapok dan harga pada sejumlah komoditas di Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Batola ini cukup tersedia dan harga masih terpantau stabil.

“Meski 6 kecamatan di kabupaten yang berjuluk Bumi Ije Jela ini dihantam banjir, namun ketersediaan pangan masih cukup dan harga masih tetap terjaga, bahkan ada yang alami penurunan harga,”ujar Surono, Selasa (26/1/21).

Surono sebut harga kebutuhan bahan pokok masyarakat yang alami penurunan di tingkat eceran terpantau ada 8 komoditas, yaitu gula pasir ex infor putih, daging ayam ras, cabai merah biasa, cabai rawit tiung, bawang merah dan sejumlah ikan segar, seperti ikan haruan atau ikan gabus, ikan bawal dan ikan peda.

“Penurunan harga yang dinilai sangat signifikan sepanjang tahun ini adalah cabai merah biasa dari harga Rp 80 ribu/kg menjadi Rp 50 ribu/kg dan cabai rawit tiung harga Rp 90 ribu/kg turun menjadi Rp 80 ribu/kg,” sebutnya.

Selain itu, bawang merah semulah harga Rp 32 ribu turun menjadi Rp 26 ribu/kg. Sejumlah ikan segar pun juga alami penurunan, diantaranya ikan haruan atau ikan gabus,ikan bawal dan ikan peda.

Kabid perdagangan Diskoperindag Batola itu juga tak menampik, sejumlah bapok ada pula yang alami kenaikan, tetapi kenaikan masih dianggap wajar. kenaikan hanya dari kisaran 100 rupiah sampai 1000 rupiah, yaitu gula pasir tanpa merek, indomie goreng, dan bawang putih.

Ia mengatakan, pihaknya terus memantau sejumlah harga terkini dan selalu memantau ketersediaan bapok kebutuhan masyarakat, sehingga tidak terjadi penumpukan pangan dan lonjakan harga di sejumlah pasar rakyat di Ije Jela ini.

Guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan pangan, maka jajaran Diskoperindag Ije Jela rutin setiap satu minggu sekali melakukan sidak ke pasar, terutama di Pasar Kota Marabahan yang berjuluk Kota Bahalap ini.

“Sidak rutin yang kami lakukan ini untuk memastikan kestabilan harga dan sejumlah pasokan sembilan bahan pokok lancar, dan juga menjaga tidak terjadi fluktuasi,”pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : muliadi
Editor : muliadi

ebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya