PDAM Bandarmasih tekan potensi kehilangan Air

  • Whatsapp
Dirut PDAM Bandarmasih,Yudha Ahmadi.(Ist)

Banjarmasin, kalselpos.com– Dirut PDAM Bandarmasih, Yudha Ahmadi mengungkapkan bahwa potensi kehilangan air di tahun 2020 lalu meningkat sekitar 3 persen atau sekitar 30 persen dbandingkan 2019 sekitar 27 persen dari total distribusi air kepelanggan.

Kondisi ini bisa berdampak kepada suplay air yang kurang hingga kerugian secara finansial, untuk itu target di tahun 2021 nanti tingkat kehilangan air ini bisa ditekan secara perlahan setidaknya menembus angka 20 persen sesuai dengan standar nasional.

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Kami akan berusaha agar tingkat kehilangan air ini bisa diminimalisir di tahun 2021 ini,” ujar Yudha kepada kalselpos.com Selasa (26/01).

Menurutnya, jika melihat total pelayanan di 5 kecamatan di Kota Banjarmasin sekitar 45 – 50 persen potensi kehilangan air ini berada di zona pelayanan utara, selebihnya ada di sejumlah kecamatan lain.

Diakuinua, memang sejauh ini managemen PDAM Bandarmasih kesulitan menganalisa titik kebocoran pipa ini karena pipa sendiri berada di dalam tanah apalagi kondisi perpipaan kita rata rata berumur cukup tua

“Kita sulit memastikan titik kebocoran ini karena belum ada teknologi yang bisa menganalisa pipa yang pecah atau bocor,” tutur pria ramah ini.

Kemudian Sekretaris Perusahaan PDAM Bandarmasih, Sudrajat menegaskan, memang kondisi perpipaan ini seharusnya menggunakan jenis HDPE sesuai dengan jenis struktur tanah rawa.

Sementara pipa sekarang jenis PVC paling lama berusia 25 sampai 30 tahun, artinya potensi kehilangan air ini cukup tinggi namun demikian tim petugas terus memantau di titik yang dicurigai adanya kebocoran pipa.

“Idealnya memang harus ada peremajaan pipa, hanya saja masih terkendala perizinan dengan segala resiko kerusakan jalan akibat pembongkaran,” bebernya

Lanjut Sudrajat kerugian akibat kebocoran pipa ini berkisar antara Rp 3 sampai 5 milliar. Untuk itulah pihaknya terus berupaya agar kehilangan air ini bisa diatasi dan secara bertahap dikurangi menembus hingga angka 20 persen saja.

“Kami berharap laporan dari masyarakat jika ada melihat kebocoran pipa petugas bisa bergerak cepat menanggulanginya.
Kalau kebocoran itu berada dekat sungai tidak diketahui, kecuali dijalan dan airnya menyembur atau keluar merembes,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Sidik
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements