Kerusakan Infrastruktur di Kotim Jadi Sorotan

  • Whatsapp
Dadang Siswanto, Ketua Komisi IV DPRD Kotim.(Ist)

Sampit, kalselpos.com -Rusaknya sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah, telah menjadi sorotan beberapa pihak dan mendesak segera diperbaiki untuk jangka pendek.

Soroton itu datang dari Dadang Siswanto SH Ketua Komisi IV DPRD Kotim bidang infrastruktur yang mengungkapkan kerusakan jalan itu ada disejumlah ruas jalan di Kota Sampit dan jalan lingkar selatan Kota Sampit jalur angkutan hasil perkebunan sawit menuju Pelabuhan Bagendang yang merupakan jalan Provinsi.

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Kami telah menemui Kadis PUPR Kalteng, Salahudin, dikatakannya tahun ini ada program perbaikan jalan lingkar selatan itu,” ungkap Dadang baru-baru ini kepada koresponden kalselpos.com di Sampit.

Ia juga menegaskan dalam waktu dekat ini akan mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR Kotim terkait kerusakan sejumlah ruas jalan tersebut agar perlu perbaikan segera.

Bahkan Dadang berharap agar kekuatan masyarakat sipil, baik itu LSM maupun media untuk mengawal program pembangunan dengan anggaran terbatas, supaya tepat guna dan tepat sasaran.

Karena Kotim sebutnya memiliki wilayah yang sangat luas, 17 Kecamatan, 17 Kelurahan dan 168 desa.

“Persoalan infrastruktur di Kotim masih tertinggal jauh dan perlu sentuhan pembangunan,” tukasnya.

Sementara, Dr Joni SH MH, pemerhati kebijakan publik yang juga dosen di STIH Habaring Hurung Sampit mengatakan, mengamati program pembangunan di Kotim jika dilihat dari sisi akademisi, seharusnya perencanaan pembangunan dilakukan secara holistik.

“Misalkan saat ini kita ribut mengeluhkan jalan rusak akibat angkutan produk perkebunan sawit yang tonasenya melebihi kapasitas jalan. Sejatinya, jika kita welcom membuka kran investasi disini maka konsekwensinya menyiapkan infrastrukturnya,” paparnya.

Menurutnya, untuk angkutan CPO dari perkebunan sawit ke dermaga pelabuhan seharusnya diangkut dengan sistem pipanisasi. “Ini jelas costnya lebih murah ketimbang membuat jalan,” cetusnya.

Sedangkan Ketua STIH HH Sampit, Rusdianto SH MH yang juga seorang advokat ini mengatakan, persoalan ini semuanya tidak lepas dari program pembangunan SDM.

Ia menilai, Kotim memiliki program peningkatan SDM, tapi hanya dalam misi dan hanya janji.

“Terlebih sangat abai pada perguruan tinggi swasta yang ada di daerah ini,” bebernya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Ruslan AG
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements