Habib Zein bin Smit sampaikan tausyiah di majelis taklim Nur Arina

Habib Zein bin Smit saat memnyampaikan tausyiah di Majelis Taklim Nur Arina Banjarmasin, Selasa malam.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kalau maksiat sudah merajalela, maka Allah akan turunkan bala sebagai teguran agar manusia segera bertobat dan minta ampun padaNya. Bila bala sudah diturunkan, Allah tidak pandang bulu semua akan merasakannya apakah dia ahli ibadah atau ahli maksiat.

Hal itu disampaikan Habib Zein bin Smit kala menyampaikan tausyiah kepada jamaah majelis taklim Nur Arina Banjarmasin, Selasa (20/1/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, musibah banjir yang melanda Kalimantan Selatan hendaklah dijadikan sebagai bahan instrospeksi bagi kita semua agar kedepannya kehidupan kita jangan lagi bermaksiat kepada Allah SWT.

“Marilah kita semua beristighfar mohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan maksiat yang kita lakukan selama ini. Allah maha pengampun bagi hambanya yang sungguh-sungguh bertobat,” ujarnya.

Habib Zein mengatakan, saat ini kemaksiatan semakin merajalela di sekitar kita, tidak hanya di luar rumah namun sudah masuk kedalam rumah.

“Banjarmasin yang terkenal banyak ulamanya, namun kemaksiatan dimana – mana. Narkoba semakin marak, tempat hiburan malam terus beroperasi dan kemaksiatan lainnya dibiarkan merusak moral  terutama generasi muda kita,” cetusnya.

Habib Zein bin Smit mengatakan, ulama satu persatu di wafatkan oleh Allah karena Allah lebih cinta pada mereka.

“Sebelum Allah mengazab satu kaum, maka Dia akan wafatkan dulu orang-orang yang dikasihinya. Kita tau sebalum musibah banjir besar ini datang beberapa habaib dan ulama telah dipanggil Allah terlebih dahulu,” ujarnya.

Habib Zein berujar, semua kita mampu menjauhkan maksiat baik kepada diri sendiri maupun kepada  keluarga kita dengan memperbanyak beristighfar, bersholawat dan selalu  mengingat Allah.

“Semoga saudara-saudara kita yang kini lagi ditimpa kesusahan di pengungsian diberikan kesabaran dan ketabahan, diangkat derajatnya atas musibah yang ditimpakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Nur Arina Banjarmasin yang juga Ketua LSM Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel, Din Jaya mengatakan, sebagai LSM yang selama ini getol menyuarakan aspirasi masyarakat terus berupaya berjuang agar sarana yang mendatangkan kemaksiatan di Kota Banjarmasin bisa dihentikan.

“Kami sudah dari dulu meminta agar diskotik atau tempat hiburan malam ditutup atau tidak diberi izin lagi karena diduga sebagai sarang narkoba dan tempat maksiat, namun upaya itu belum berhasil, mungkin petinggi di pemerintahan sudah masuk angin karena kita tau di THM itu perputaran uangnya tidak sedikit,” ucapnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait