Meski dilanda Banjir, Harga dan Persediaan Bapok di Batola masih Stabil

  • Whatsapp
Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor pantau pasar terendam banjir di Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana.(mul)

Marabahan, kalselpos.com – Untuk menjaga harga bahan pangan tetap stabil dan tetap tersedia di tengah pandemi Covid-19, kemudian disusul bencana banjir, maka Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola mengambil sejumlah langkah untuk stabilkan harga dan persediaan bahan pokok (bapok) kebutuhan masyarakat di sejumlah pasar.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Batola, Surono S.Sos saat dikonfirmasi kalselpos.com.(mul)

“Langkah utama yang dilakukan adalah melakukan pemantauan secara harga dan pasokan secara intens, khususnya di pasar-pasar rakyat di Kota Marabahan,”ujar Kadiskoperindag Batola, Purqan melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Surono, S.Sos, Selasa (19/1/21).

Advertisements

Bacaan Lainnya

Kendati sejumlah wilayah Kabupaten Batola, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini dilanda banjir, namun berdasarkan pantauan terkini Diskoperindag Batola saat ini untuk persediaan bapok di pasar – pasar, khususnya di pasar tradisional Kota Marabahan terpantau masih stabil

“Pantauan kami hari ini, khususnya persediaan bapok di pasar tradisional Kota Marabahan masih aman persediaan bapok masyarakat dan tidak ada kelangkaan yang terjadi,” ungkap Surono.

Walaupun cukup tersedia, namun ada beberapa komoditas alami kenaikan, tetapi kenaikan masih dalam wajar.

Sejumlah komoditas yang alami kenaikan, diantaranya gula pasir, daging ayam ras, susu kental kaleng, tepung terigu dan mie instan,sebutnya”.

“Saat ini mie instan yang banyak dicari, karena untuk bantuan korban banjir. Untuk kenaikan harga mie instan masih wajar, cuma 100 rupiah per bungkusnya,”ujar Surono sembari mengatakan, kenaikan harga – harga bapok tersebut masih dalam batas wajar, yakni 500 rupiah hingga Rp 2000 saja.

Adapun kenaikan harga yang dinilai tinggi alami kenaikannya Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu, yakni ada 3 komoditas kebutuhan masyarakat, yaitu cabe merah biasa semula harga Rp 70 ribu/kg kini menjadi Rp 80 ribu/kg, cabe rawit tiung Rp 80 ribu naik menjadi Rp 90 ribu/kg dan bawang merah harga semula Rp 23 ribu menjadi Rp 32 ribu/kg.

“Tetapi kenaikan ini setiap minggunya berfluktuasi, sementara harga komoditas yang tidak saya tidak sebut masih aman, bak persedian maupun harga,” imbuhnya.

Khusus untuk ikan segar, lanjutnya, belum ada kenaikan, meski ada alami kenaikan tetapi batas wajar, seperti ikan gabus/haruan harga sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 85 ribu/kg, kemungkinan terjadi karena suplai yang berkurang akibat banjir.

Surono menyebutkan sejumlah pasar yang terendam banjir, yakni pasar tradisional Tanipah, Tabing Rimbah, Jejangkit, Handil Bakti dan Sei Pantai.

“Alhamdulillah, untuk sejumlah pasar di Kota Marabahan tidak terendam banjir, kendati di Kabupaten Batola ini ada 6 kecamatan yang diterjang banjir akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi
Editor : Muliadi

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements