Tekad Kembangkan Kopi Lokal Pengaron , Henny Rela Belajar ke Wonosalam Jombang

  • Whatsapp
Henny Etzelina saat bersama petani dan pengembang kopi Wonosalam

Banjarmasin, kalselpos.com –  Para pecinta kopi agak aneh rasanya jika tidak mengenal Desa Wonosalam di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur . Ya… desa
ini adalah salah satu desa penghasil kopi terbesar di Indonesia , terutama untuk jenis kopi excelsa. Selain juga terdapat jenis kopi Liberica, Robusta dan Arabica disana.

Jika kita kesana, akan terlihat pemandangan alam  hamparan tanaman kopi di kaki Gunung Anjasmoro yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri, Malang, dan Mojokerto. Bahkan di zaman penjajahan Belanda, kopi Wonosalam dijadikan Pemerintah Hindia Belanda  sebagai sentra kopi untuk menyaingi Brazil sebagai penghasil kopi nomor satu dunia kala itu.

Bacaan Lainnya

Berbekal kemauan dan tekad kuat untuk lebih mengembangkan kopi lokal Kalimantan Selatan khususnya Kopi Pengaron , influenzer Selebgram Banua yang juga pebisnis kopi Henny Etzelina rela jauh jauh datang ke Desa Wonosalam untuk mendalami soal kopi. Mulai dari budidaya tanaman kopi , cita rasa dan aroma khas kopi Wonosalam ,hingga sistem pengembangan bisnis kopi di Wonosalam yang sudah  go nasional .

“Intinya pergi ke Wonosalam mau belajar langsung tentang kopi  lokal asli daerah sana, banyak pelajaran yang saya dapat langsung dari para petani kopi disana,” ucap Henny Etzelina, yang juga berprofesi sebagai Tv Host dan Presenter ini.

Ia berharap hasil dari Wonosalam akan dapat diaplikasikan di daerah, terutama untuk pengembangan kopi lokal seperti kopi Pengaron.
“Tidak menutup kemungkinan Kalsel juga bisa dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik, sebab saya berprinsip upaya apapun yang kita lakukan dengan ikhlas tidak akan mengkhianati hasil,” kata Henny .

Henny mencicipi cita rasa kopi Wonosalam

Henny menceritakan  pengalamannya saat belajar kopi di Wonosalam . “Banyak potensi yang didapat dari Kopi, salah satunya seperti yang kawan-kawan petani disini ceritakan, mereka berjuang dari nol hingga akhirnya sekarang mereka tinggal menikmati hasil dari apa yang ditanamnya,” beber Henny.

Salah satu upaya untuk mengembangkan kopi lokal tambah Henny , adalah disediakannya menu menu kopi lokal Banua sendiri di kafe maupun tempat nongkrong anak muda yang menyediakan minuman kopi. Sehingga para penikmat kopi dapat merasakan bahwa kopi lokal Kalimatan Selatan juga bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain .
“Sayang kopi lokal asli daerah sendiri jarang disediakan, padahal jika dikembangkan saya yakin kopi Pengaron pasti banyak sekali diminati,” harap Henny.

Kopi lokal salah satunya kopi Pengaron adalah kopi asli Banua yang berasal dari Pengaron Kabupaten Banjar. Kopi ini sudah ada di Kalsel puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Rasa dan aroma kopi Pengaron memiliki ciri khas tersendiri bagi penikmatnya… Bagaimana???…. anda sudah mencicipi nikmatnya cita rasa kopi Pengaron????

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor    : Reno

Pos terkait