Polres Kapuas terima penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti menerima penghargaan dari Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. (Ist)

Kuala Kapuas, kalselpos.com -Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait bersama rombongan kunjungi Mapolres Kapuas Polda Kalteng untuk memberikan penghargaan.

Penghargaan itu diberikan atas prestasi Polres Kapuas dalam menangani perlindungan terhadap anak dan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Polres Kapuas, AKBP Manang Soebeti SIK MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja dan penghargaan yang diberikan Komnas Perlindungan Anak kepada Polres Kapuas beserta jajaran.

“Penghargaan ini menguatkan kami untuk lebih menekan jumlah kekerasan terhadap anak, dimana di tahun 2020 ada 17 perkara dengan 16 tersangka,” ujar Kapolres usai menerima penghargaan, Jumat (08/01/2021) pukul 08.25 WIB di Kuala Kapuas.

Disebutkannya, tersangka ada yang sudah dewasa dan anak-anak. Korban bisa diproses 17 orang, sebenarnya lebih banyak namun ada yang malu untuk melapor dan juga tidak bisa dideteksi keberadaannya.

“Rata-rata kasusnya persetubuhan, sodomi, dan kekerasan terhadap anak,” terang Kapolres.

Sekarang ini lanjutnya, ada 6 perkara yang masih berjalan. Diantaranya kasus antara paman dan keponakan, yang mengakibatkan korban hingga opname di rumah sakit.

“Rata-rata modus motifnya ekonomi, uniknya ada pelaku sodomi sampai kontrak di dekat sekolahan demi menjalankan aksinya. Kami memprioritaskan permasalan perlindungan anak ini,” papar Kapolres

Bupati Kapuas, Ir Ben Brahim S. Bahat mengapresiasi atas penghargaan yang telah diterima Polres Kapuas dari Komnas Perlindungan Anak. Terlebih luasnya daerah Kapuas merupakan tanggung jawab yang berat bagi Polres untuk menjaga keamanan dan penanganan kasus.

“Kita telah beberapa kali mendapatkan penghargaan seperti dari Kementerian Hukum dan HAM, atas terbinanya kerukunan yang luar biasa, dari bapak Presiden juga, serta pagi ini penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak, semoga kekerasan kepada anak makin berkurang dengan kerja sama yang baik,” ujar Ben Brahim.

Sementara Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, pemberian penghargaan ini adalah sebuah hal yang sudah selaayaknya untuk memberi penghormatan atas jasa penanganan kasus yang cepat tepat dan akurat, terlebih kasus yang terbanyak adalah masalah seksual.

“Langkah yang dilakukan Polres Kapuas adalah wajar diberi penghargaan. Cepat menangani, dan perlindungan cepat diberikan. Perlakuan pada anak yang tidak mampu melakukan perlindungan pada dirinya,” cetus Arist.

Komnas Perlindungan Anak papar Arist, sejak tanggal 7 Desember tahun 2020, telah bersepakat untuk mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang tata laksana kebiri lewat suntik kimia dan pemasangan chips bagi para predator.

‘Ini cikal bakal perjuangan kita semua para penegak hukum, Komnas Perlindungan Anak dan lembaga perlindungan anak se Nusantara. Dimana sebelum ditandatangani kita sudah mengajukan Perpu No. 1 tahun 2016, yang akhirnya Mei 2016 presiden mengusulkan pada DPR untuk disahkan menjadi Undang-Undang,” beber Arist.

Beberapa pengadilan sudah menjadikan ini sebagai acuan untuk tambahan hukuman seperti Pengadilan Negeri di Mojokerto, pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Pos terkait