Berita Nomor 2 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Diduga cabuli ponakan, seorang pemuda di Kapuas diamankan Polisi

RK setelah diamankan diperiksa kesehatannya oleh Unit PPA Reskrim Polres Kapuas.(Ist)

Berita Nomor 2 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Diduga cabuli ponakan, seorang pemuda di Kapuas diamankan Polisi

 

Bacaan Lainnya

Kuala Kapuas, kalselpos.comRK pemuda berusia 30 tahun warga di Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, harus menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kapuas, atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Minggu (29/12) pukul 23.00 WIB.

RK saat menunggu kelanjutan pemeriksaan oleh unit PPA Satreskrim Polres Kapuas.(Ist)

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang SIK, menyampaikan, sebelumnya Unit PPA Satreskrim Polres Kapuas, menerima laporan dari keluarga korban yang keberatan atas perbuatan pelaku kepada putrinya yang baru berumur 11 tahun.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti SIK MSi, melalui Kasatreskrim Polres Kapuas, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Terlapor pada saat ini telah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kapuas,” terang Kristanto, Senin (30/11/2020) siang.

Ia memaparkan kronologi kejadian berawal pada hari Selasa (24/11) pukul 18.00 WIB, terlapor menyuruh teman korban untuk membawa korban masuk ke rumahnya. Saat korban masuk, terlapor yang tidak lain masih paman korban langsung menutup pintu rumahnya dan menutup mulut korban dengan tangannya.

“Terlapor langsung melakukan aksi bejatnya sambil berusaha membujuk serta merayu. Terlapor juga memberikan uang, agar bisa melakukan pencabulan terhadap korban dengan memegang kemaluan korban,” terang Kristanto.

Saat ini imbuhnya, terlapor dan barang bukti, sudah diamankan di Mapolres Kapuas. Untuk mempertangjawabkan perbuatannya.

“Terlapor kita jerat dengan Pasal 82 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tandas mantan Kasat Reskrim Barito Utara ini.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Pos terkait