Selain Rekrut Penyapu Jalan Ilegal, Oknum ASN DLH diduga Juga Tipu Teman Sekantor

  • Whatsapp
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar bersama jajaran saat menjelaskan kronologi terkait kasus perekrutan petugas penyapu jalanan ilegal (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Masalah yang disebabkan oleh perbuatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin soal perekrutan petugas penyapu jalan ilegal masih berlanjut.

Pasalnya, oknum ASN yang menjabat sebagai staf DLH Banjarmasin itu merekrut petugas penyapu jalan ilegal untuk dipekerjakan di luar koridor yang sudah dipetakan tanpa sepengetahuan pimpinan DLH Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, dalam oknum yang bersangkutan melakukan dengan modus meminta uang jaminan sebesar Rp 15 juta kepada setiap petugas yang direkrutnya agar bisa mendapatkan pekerjaan sebagai penyapu jalan.

“Yang bersangkutan meminta jaminan uang kepada penyapu jalanan ilegal itu dengan kwitansi pinjaman uang yang tidak ada embel-embel apapun, ini semua tanpa sepengetahuan atau diluar restu pimpinan,” ujar Mukhyar, Kamis (03/12/2020) kepada wartawan.

Ia menjelaskan, inisiatif yang dilakukan oleh oknum itu dilakukannya atas dasar pribadi. Bahkan yang bersangkutan telah menempatkan titik koridor terlepas oleh DLH itu yang diluar sepertujuan.

“Dia yang merekrut dan dia yang menggaji sendiri hingga tidak bisa membayar gajinya lagi, hal ini membuat oknum tersebut berhutang dengan teman sekantornya dengan berbagai modus,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya sudah memanggil oknum yang bersangkutan sebanyak dua kali pemanggilan. Namun oknum Bersangkutan mengaku masih sakit.

“Panggilan ketiga nanti yang bersangkutan harus datang pada tanggal 6 Desember. Jika nanti terbukti maka akan meneruskan kasus ini kepada Majelis Pertimbangan Penjatuhan Disiplin ASN dan Inspektorat kota Banjarmasin,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki membeberkan, bahwa oknum yang bersangkutan sudah melakukan hak jawab untuk melakukan ganti rugi yang sudah banyak merugikan orang banyak.

Menurutnya, oknum ini pun berjanji akan mengganti rugi terhadap hutang perhutang sesuai kwitansi yang sudah tertera dan juga yang Bersangkutan membuat surat pernyataan secara tertulis.

“Atas perbuatan oknum ini kita sepakat untuk menstop Tunjangan Kinerja (Tukin) miliknya. Yang pasti perbuatan yang dilakukan ini kita akan proses lebih lanjut,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakir

Pos terkait