Berita Nomor 4 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Kapal berpenumpang 11 orang terbakar di Waduk Riam Kanan

  • Whatsapp
Simulasi pemadaman kapal terbakar oleh Basarnas Banjarmasin di Waduk Riam Kanan.(Anas Aliando)

Berita Nomor 4 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Kapal berpenumpang 11 orang terbakar di Waduk Riam Kanan

 

Bacaan Lainnya

Martapura, kalselpos.com – Sebuah kapal kelotok  mengangkut 11 penumpang yang berlabuh dari pelabuhan Aranio  menuju desa Balangian  terbakar di perairan waduk Riam Kanan,  Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Selasa (24/11/2020) siang.

Api membumbung tinggi terlihat dari kejauhan. Penumpang terlihat panik untuk  menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke waduk yang berair dalam itu.

Tidak berselang lama, lebih kurang 15 menit, bantuan pertolongan pun datang. Petugas pemadam kebakaran dengan menggunakan dua buah kelotok langsung berusaha memadamkan api. Setelah itu berturut-turut bantuan datang dari Tim Basarnas Banjarmasin, Polair, tenaga medis  dan masyarakat sekitar.

Hal di atas merupakan gambaran simulasi pemadaman kapal  terbakar yang dilakukan Tim SAR Banjarmasin di waduk Riam Kanan.

Kepala Basarnas Banjarmasin, Sunarto mengatakan, simulasi ini sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat terkhusus bagi pengunjung waduk Riam Kanan.

“Kegiatan simulasi untuk
mensinergikankan semua unsur baik dari Basarnas Banjarmasin, kepolisian, pemadam kebakaran, tim kesehatan dan semua unsur  yang ada di wilayah waduk Riam Kanan,” ujarnya.

Sunarto mengharapkan, penanganan agar lebih cepat apabila terjadi musibah kecelakaan kapal atau orang tenggelam di waduk yang diberdayakan sebagai pembangkit listrik tenaga air itu.

“Ini hanya simulasi, kita harapkan tak akan terjadi sesungguhnya,” cetusnya.

Selama ini, lanjut Sunarto kawasan waduk Riam Kanan sangat berisiko bila masyarakatnya tidak dibekali keterampilan di air.

“Untuk alat transportasi perahu atau kapal kelotok yang mengangkut penumpang di waduk Riam Kanan harus menyiapkan pelampung sesuai kebutuhan. Ini tidak lain  untuk keselamatan, karena tidak semua yang naik kapal bisa berenang,” imbuhnya.

Sunarto menambahkan, hampir tiap tahun, waduk Riam Kanan memakan korban jiwa, karena itulah kesadaran masyarakat dan pemilik kapal sangat diharapkan.

“Khusus untuk pengemudi kelotok saya harapkan agar menyiapkan pelampung bagi penumpangnya. Jika penumpang tidak mau pakai pelampung jangan dibolehkan naik kelotok atau kapal,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Camat Aranio, Sahar mengatakan, di wilayahnya terdapat 12 desa dan hanya dua desa saja yang bisa diakses jalan darat yaitu desa Aranio dan Tiwingan Lama. “Selebihnya masih menggunakan transportasi air,” ujarnya.

Sahar mengakui,  sebagian besar masyarakat di sekitar waduk Riam Kanan masih belum sadar pentingnya menggunakan pelampung pada saat naik kapal atau kelotok.

Padahal, lanjut Sahar, pihaknya bekerjasama dengan semua unsur baik kepala desa dan lainnya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan pelampung untuk keselamatan.

“Kita juga tempelkan stiker peringatan atau himbauan di atas kapal agar semua penumpang menggunakan pelampung,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE