Dinas Perikanan kerjasama BI tingkatkan Produksi Petambak

Pelatihan pembenihan undang serta peresmian operasional Balai Benih dan Kesehatan Ikan (BBKI), di jalan Raya Berangas Km 11 Desa Sarang Tiung.

Kotabaru, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perikanan setempat mengelar pelatihan pembenihan undang serta peresmian operasional Balai Benih dan Kesehatan Ikan (BBKI) yang berada di jalan Raya Berangas Km 11 Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut Sigam yang sudah diresmikan langsung oleh Pjs Bupati beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Hari ini Senin (24/11), dilaksanakan pembukaan pelatihan pembenihan undang sekaligus peresmian operasional balai benih kerjasama kemitraan antara Bank Indonesia (BI), Pemkab kotabaru, Kementrian Kelautan Perikanan serta kelompok budidaya ikan dan undang,” tutur Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Kotabaru, Drs H Zainal Arifin MM kepada wartawan Kalsel Pos, ditemui usai kegiatan tersebut.

Dikatakannya lebih jauh, hal tersebut merupakan salah satu rangkaian, dalam artian adalah pihaknya bekerjasama dengan BI, kemitraan perbankan melalui program kemandirian dan program pakan mandiri juga masalah perkembangan tambak organik. Oleh karenanya, ia menggandeng secara teknis yakni Kementerian Kelautan Perikanan, yang diwakilkan atau di tunjuk kopiti balai perikanan budidaya air payau (Takelar). Dalam kesempatannya ada juga hadir 2 orang tekhnisi dari balai (Takelar) yang sudah mulai Oktober kemarin berhadir.

“Hal ini sudah kami uji coba pembenihan, yang kebetulan induknya dari Kotabaru dan ternyata hasilnya luar biasa sangat baik,” tambahnya.

Dikatakan Zainal lebih jauh, Dinas Perikanan Kotabaru akan didampingi oleh BI direncanakan selama 3 tahun dimulai dari tahun 2020, 2021 hingga ke tahun 2022, dan ditahun mendatang akan dilakukan merepikal isi tambak karena dengan relisasi tambak diharapkan tingkat produktivitasnya akan naik. Dengan naiknya tambak maka benur atau benih pasti akan laku.

“Kita mentargetkan produksi benih dalam 1 bulan mesti mencapai 5-6 juta, dengan potensi tambak di Kotabaru mencapai 6 hektar, yang kalau di rata-rata 20 ribu yang akan menjadi 120 juta. Akan tetapi akan diambil hanya sekitar 70 juta dan itu menjadi target.

“Dari segi ukuran jumlahnya pun relatif pas dan mungkin bisa dibilang lebih karena selama ini persoalan kawan-kawan petambak kesulitan mendaptkan benih dalam waktu tertentu, kualitas yang masih kurang bagus kemudian harganya relatif mahal sehingga dengan program ini diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut,” imbuhnya.

Untuk indukan sendiri, lanjutnya, didapat dari Kotabaru yang diambil dari perairan pulau Samber Gelap, telah di coba untuk membeli 42 ekor dan sudah menetas 15 ekor yang rata-rata per ekor dari 500-700 ribu satu ekor. Kapasitas kolam mampu paling 6-7 juta dengan uji coba alhasil berhasil dan sesuai harapan.

“Untuk sementara kita coba dulu dari benih kita dengan tambak, dan kita kerjasama dengan kelompok Mutiara Biru kebetulan mereka memiliki tambak bening. Makanya kita tabur di tambak yang bening dan sudah 3 siklus dilakukan percobaan dan sudah 3 kali berproduksi yang hasilnya relatif bagus, terakhir kemarin angkanya mencpai 2 ton. Disamping itu juga kami mentargetkan di tahun 2021 produksinya naik mencapai 10 %,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliana
Editor : Aspihan Zain