Pemkab Batola Antisipasi Kluster Baru Covid-19 di Pilkada

emkab Batola saat gelar Rakor evaluasi penanganan Covid-19 serta kesiapan pengamanan Pilkada.(ist)

Marabahan, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas evaluasi penanganan Covid-19 serta kesiapan pengamanan Pilkada serentak Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

Bacaan Lainnya

Rakor dihadiri langsung Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Pj Sekda H Abdul Manaf selaku moderator Kapolres AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, Kasdim 1005 Marabahan Mayor Inf Priyo Budi Santoso, pihak kejaksaan, KPU, Bawaslu, SKPD terkait, dan para camat.

Dalam rapat yang dilaksanakan pada tanggal 16/11 itu membahas langkah-langkah yang dipersiapkan dilakukan dalam upaya penyebaran Covid-19 serta penerapan protokol kesehatan.

“Koordinasi semacam ini sangat diperlukan, mengingat adanya peningkatan terhadap pasien terkonfirmasi positif saat ini,”tutur Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

Wabup menyatakan, pengamanan penyelenggaraan Pilkada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masing-masing TPS mutlak dilakukan.

Dalam kesempatan rapat, mantan anggota DPRD Batola itu juga menyinggung efektivitas pelaksanaan PS2DK serta perlu tidaknya untuk diteruskan. Ia minta KPU dan Dinkes mengawasi para petugas KPPS dan PPK agar jangan sampai terjadi kluster Pilkada.

“Kalaupun ada petugas yang bergejala diharapkan tidak dibiarkan bertugas,” tukasnya.

Kemudian Kapolres Batola, Lalu Mohammad Syahir Arif menyatakan, pihaknya selama ini terus mendukung program-program yang diterapkan pemkab mulai PSBB jilid I, II maupun PS2DK.

Dikatakannya, Kapolri mengeluarkan Nomor Mak/3/IX/2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 tertanggal 21 September 2020.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten, sebutnya, terdapat Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 yang mengatur protokol kesehatan serta penegakan disiplin kesehatan.

“Sampai saat ini kami terus melakukan operasi yustisi yang telah berjalan 1,5 bulan,” tegasnya.

Dalam kesempatan rapat Kasdim 1005 Marabahan Mayor Inf Priyo Budi Santoso mengutarakan, selama ini memang agak sulit memberikan penyadaran terhadap masyarakat dalam menerapkan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Menurutnya, masyarakat agaknya belum merasa yakin akan keberadaan Covid-19. Namun hal itu hendaknya tidak menjadikan petugas untuk bosan memberikan ajakan dan himbauan bahwa Covid-19 itu benar adanya.

Ketua KPU Batola, Rusdiansyah menyampaikan, logistik pencegahan Covid-19 di Batola mulai sarung tangan, hand sanitazer dan lainnya telah mencukupi.

Sementara untuk penertiban masyarakat di luar TPS agar tidak bergerombol, ia mengharapkan bantuan pihak TNI dan Polri.

“Langkah pencegahan lain yang akan dilakukan KPU dengan menyediakan TPS yang memiliki deteksi suhu tubuh termasuk melalui tinta yang diteteskan,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi
Editor : Muliadi

Pos terkait