Diduga Caplok Lahan, Oknum Aparat Desa Sela Selilau Dilaporkan ke Polda Kalsel

  • Whatsapp
Hotman Naek Simangunsong SH.

Banjarmasin, kalselpos.com– Oknum aparat Desa Sela Selilau, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu diduga melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan pencaplokan, pengrusakan lahan dan perkebunan masyarakat yang berada di desa perbatasan, yaitu Desa Sepakat, Kecamatan Karang Bintang.

Permasalahan itu dibawa ke jalur hukum. Demikian itu disampaikan Kuasa Hukum Advokat Bujino A. Salan dan Rekan melalui Hotman Naek Simangunsong SH.

Bacaan Lainnya

Diungkapkan Hotman Naek Simangunsong, awal bulan kemarin pihaknya diminta bantuan oleh masyarakat Desa Sepakat agar menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami telah akomodir permasalahan tersebut dan membuat laporan ke Polda Kalsel atas pencaplokan, pengrusakan lahan dan perkebunan masyarakat oleh oknum aparat Desa Sela Selilau, Kecamatan Karang Bintang,” ungkap Hotman kepada kalselpos.com, Selasa (17/11).

Disampaikannya, persoalan itu mencuat yang berawal dari masalah tapal batas di kedua desa tersebut sekitar 7 tahun silam dan dinyatakan selesai seiring terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati tahun 2013 pada waktu itu melalui pengaturan titik koordinat di masing-masing lahan.

Seiring berjalannya waktu, sekitar awal Maret 2020 salah seorang oknum melakukan tindakan kesewenang – wenangan yang diduga merusak, membuat parit, menggali lahan, kemudian menghalang – halangi masyarakat Desa Sepakat untuk melakukan panen di kebun sawit dan karet mereka sendiri.

“Ada 50 sampai 70 lahan warga yang diduga dirusak oleh oknum Desa Sela Selilau dengan menggali jalan sepanjang 2 kilometer lebar 2 meter,” cecar Hotman.

Akibat perusakan dan tidak bisanya panen oleh para petani tersebut, maka membuat kerugian yang cukup besar mencapai Rp 1,3 miliar. Penghalangan ini sendiri, lanjutnya, diperparah pemasangan portal di perbatasan antar dua desa, sehingga sampai sekarang warga tidak bisa memasuki lahan mereka.

“Kami berharap setelah laporan ini ada tahapan-tahapan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, seperti pemeriksaan saksi pelapor, saksi korban, sehingga masyarakat jangan semakin merugi,” tukasnya.

Menurut Hotman, pelaporan ini dimasukkan dugaan pelanggaran pidana pasal 406 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP).

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi