PEPABRI Kalsel Silaturahmi ke HSU Bahas Kondisi Covid-19

PEPABRI Kalsel Silaturahmi ke Kabupaten HSU

Amuntai, kalselpos.com – Jajaran Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (PEPABRI) bersama-sama Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) serta Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) dan Pengurus FKPPI HSU silaturahmi dengan Bupati setempat.

Bacaan Lainnya

Pertemuan dilakukan sebagai rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja DPD PEPABRI Kalsel di Mess Negara Dipa Amuntai, Selasa sore (03/11/2020)

Ketua DPD PEPABRI Kalsel Bapak Kolonel (Purn) H. Nasib Alamsyah dan Bapak Kapten (Purn) Odin Saepudin, diterima langsung Bupati HSU dan Ketua DPRD HSU yang dihadiri para pengurus masing-masing. Kunjungan Kerja berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan penuh keakraban.

Ketua DPD PEPABRI Kalsel Kolonel (Purn) Nasib Alamsyah menyampaikan, rasa bangga dapat berkesempatan bersilaturahmi dengan jajaran DPC PEPABRI HSU dan Keluarga besar Purnawirawan TNI Polri di HSU, terlebih dapat disambut langsung Bupati dan Ketua DPRD HSU.

Kunjungan Kerja yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 3 sampai dengan 5 November 2020 yang dilaksanakan di Kabupaten HSU, Tabalong, Balangan, HST, HSS dan Tapin.

Dalam kunjungan ini, dilaksanakan pertemuan dan silaturahmi DPD PEPABRI Kalsel dengan DPC PEPABRI Kabupaten/ Kota yang dikunjungi sembari melaksanakan silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Daerah setempat, dalam rangka peningkatan kerjasama dan hubungan baik di antara Organisasi PEPABRI dengan Pemerintah.

“Hal ini guna mendukung kebijakan – kebijakan Pemerintah yang bertujuan luhur untuk mensejahterakan rakyat dan membangun negara yang maju terlebih di tengah – tengah pandemi Corona Virus atau Covid-19 saat ini. Bahkan kami juga melakukan pembagian masker bagi keluarga besar purnawirawan TNI/ POLRI yang berhadir pada kunjungan kerja ini, ” paparnya.

Bupati HSU Drs. H.Abdul Wahid HK, MM, M.Si dalam sambutannya, bersyukur dan bangga dapat hadir ditengah – tengah keluarga besar PEPABRI dan Keluarga Besar Purnawirawan TNI/ POLRI.

Bupati Abdul Wahid berharap, melalui kunjungan kerja ini dapat meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini, serta para Purnawirawan dan Keluarga Besar Purnawirawan TNI/POLRI dapat menjadi teladan dan panutan di tengah – tengah masyarakat, dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa didukung oleh masyarakat dalam mengendalikan Pandemi Covid 19 yang tengah melanda saat ini. Oleh karena itu peran purnawirawan dan keluarga besarnya yang mempunyai jiwa dan semangat juang yang tinggi karena telah ditempa oleh berbagai kondisi penugasan dan operasi pada saat masih aktif berdinas di TNI dan Polri dapat menjadi pionir dan teladan yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah – tengah masyarakat, ” jelasnya.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua PEPABRI. PEPABRI lahir di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno, menempuh kebijakan rehabilitasi dan rasionalisasi pada awal tahun 50-an, tidak sedikit pejuang yang menerima kenyataan harus keluar dari formasi APRI. Banyak bekas pejuang yang menerima dampaknya. Mereka merasakan adanya ketidakadilan, sedangkan di sisi lain tampak kondisi kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Dengan memperhatikan keadaan yang berkembang, khususnya kondisi umum para bekas pejuang kemerdekaan, sekelompok pensiunan TNI merasa terpanggil untuk mengambil inisiatif membentuk organisasi pensiunan TNI. Pada tanggal 1 September 1953, di Solo berdirilah organisasi Persatuan Pensiunan Angkatan Perang Republik Indonesia disingkat PPAPRI.

Organisasi PPAPRI masih bersifat lokal, dengan anggota meliputi mereka yang berada di sekitar Kepresidenan Surakarta, khususnya para mantan anggota legiun Mangkunegaraan. PPAPRI mempunyai tujuan, selain menggalang solidaritas, juga berupaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Pada tanggal 10 sampai dengan 12 September 1959, PERPAPRI menyelenggarakan Kongres Nasional – I di Kaliurang Yogyakarta yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan PPAPRI Solo.

Kongres menghasilkan, keputusan yang sangat monumental yakni sepakat mempersatukan seluruh organisasi pensiunan dan Janda APRI/Janda pensiunan dalam satu wadah, dengan nama Persatuan Pensiunan Angkatan Perang Republik Indonesia disingkat PERPAPRI serta menyepakati landasan perjuangan dan identitas organisasi, yang kemudian dirumuskan dalam kode kehormatan “Catur Dharma.”

Organisasi pensiunan dan janda APRI/janda pensiunan, telah lahir di bumi Indonesia. Inilah cikal bakal organisasi PEPABRI

Pada awal tahun 1964 para pensiunan POLRI membentuk organisasi yang bernama Persatuan Pensiunan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia disingkat PPAKRI.

Kongres Nasional – III PEPABRI yang dilaksanakan di Lembang Bandung pada bulan April 1964, mengikut sertakan PPAKRI. Kongres menghasilkan keputusan penting antara lain menerima pengintegrasian PPAKRI ke dalam PEPAPRI, menyepakati perubahan nama PEPAPRI menjadi Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia disingkat PEPABRI, merubah sebutan pensiunan menjadi purnawirawan dan Janda ABRI/Janda purnawirawan menjadi warakawuri, serta menetapkan tanggal 12 September sebagai hari Purnawirawan dan hari lahir PEPABRI. Anggaran Dasar yang berlaku ketika itu menyatakan antara lain bahwa PEPABRI adalah organisasi massa non partai. (ayt)

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Adiyat
Editor: Zakiri

Pos terkait