Akibat Kata ‘Bergerak’, Kuasa Hukum BirinMu Penuhi Panggilan Bawaslu

Tim Kuasa Hukum Paslon BirinMu mendatangi kantor Bawaslu Kalsel untuk menyerahkan berkas klarifikasi (ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Tim kuasa hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor – Muhidin mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Selatan (Bawaslu Kalse)l, Minggu (1/11/2020) siang.

Kedatangan tim yang dikoordinatori oleh DR. Saifudin, S.H., M.Hum ke kantor yang berlokasi di Jalan RE Martadinata No 3, Banjarmasin itu tidak lain adalah untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran pilkada yang dilaporkan tim kuasa hukum Denny Indrayana – Difriadi beberapa hari yang lalu.

Bacaan Lainnya

Pengacara ternama di Kalsel, Dr. Saifudin, S.H., M.Hum dan advokat senior Dr. Masdari Tasmin, S.H., M.H bersama tim kuasa hukum lainnya menyerahkan dokumen klarifikasi kepada Bawaslu Kalsel soal laporan dugaan pelanggaran Pasal 71 ayat (3) UU Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pilkada yang dialamatkan kepada calon gubernur petahana Sahbirin Noor.

Pasal tersebut berbunyi “Gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan penetapan paslon terpilih”.

Usai menyerahkan berkas klarifikasi, Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Sahbirin Noor – Muhidin, Saifudin mengungkapkan bahwa kata ‘Bergerak’ dalam salah satu program Pemerintah Provinsi Kalsel dipermasalahkan dan diduga memuat unsur politik oleh pihak Denny Indrayana – Difriadi.

“Ada anggapan pemakaian kata ‘Bergerak’ dalam berbagai kegiatan Pemprov Kalimantan Selatan itu memanfaatkan jabatan atau kewenangan beliau itu (Sahbirin Noor) untuk kepentingan yang merugikan orang lain,” ucapnya pada awak media.

Ia menegaskan pemakaian kata ‘Bergerak’ tidak semestinya selalu dikaitkan dengan unsur politis. Sehingga pihak pelapor seharusnya lebih cermat dalam menentukan duduk permasalahan.

Ia membeberkan, jika kata ‘Bergerak’ sendiri kental dengan Paman Birin sapaan akrab calon gubernur petahana. Dikatakannya, hal itu hanya untuk memotivasi masyarakat.

“Oleh karena itu yang dipersoalkan kalau umpamanya saja kepala dinas memakai kata ‘Bergerak’ juga dalam kegiatan, tanya kepala dinasnya disuruh oleh siapa? Paman Birin (Sahbirin Noor) tidak pernah menyuruh kepala dinas memakai kata ‘Bergerak’ itu,” jelasnya.

Untuk diketahui pemanggilan klarifikasi tersebut ditujukan Bawaslu Kalsel kepada terlapor H Sahbirin Noor. Dalam hal ini diwakilkan tim kuasa hukum kendati yang bersangkutan masih dalam kegiatan kampanye.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fahrulany Anang
Editor : Zakiri

Pos terkait