Hampir 35 tahun di Desa ini tak tersentuh sekolah tingkat SMA dan SMK.

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi saat reses.

Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengaku sangat terkejut, karena ada beberapa desa di Kabupaten Kotabaru tidak memiliki fasilitas pendidikan setara SMA/SMK.

Padahal menurutnya, kesetaraan untuk mencerdaskan bangsa harus menjadi prioritas utama.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Pasalnya pemerataan ilmu pengetahuan itu harus dirasakan hingga ke pelosok desa, meski
mayoritas pendatang.

“Saya malu, tentunya hal ini menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel,” tukas Yani Helmi.

Ungkapan itu diutarakannya kepada kalselpos.com disela reses di Desa Pamukan Indah dan Mulyoharjo bertempat di Balai Desa Pamukan Indah, Kabupaten Kotabaru, Rabu (28/10).

Hasil reses tersebut, dirinya langsung memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel ke DPRD yang sesuai komisi menaungi instansi tersebut,

Hal demikian dilakukan untuk tindak lanjut, khususnya di Desa Mulyoharjo harus didirikan SMA atau SMK.

“Ini menjadi catatan serius bagi kami selaku wakil rakyat, tentunya harus diperjuangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan di pelosok,” katanya.

Menurutnya, reses sangat penting untuk mendengarkan langsung keluhan rakyat di bawah, karena sektor pendidikan prioritas untuk diperjuangkan.

Dalam kesempatan itu, Rahmat selaku Kepala Desa (Kades) Mulyoharjo mengungkapkan, hampir 35 tahun di desa ini tidak tersentuh sekolah tingkat SMA dan SMK.

Diakuinya, dulu sempat ada SMA PGRI tetapi dua tahun belakangan terpaksa tutup, karena permasalahan administrasi.

Rahmat menyampaikan, kebutuhan sarana berupa bangunan fisik dan fasilitas pendidikan sangat urgen sekali. Karuan, rata-rata remaja di Desa Mulyoharjo masih banyak yang mengenyam pendidikan ke Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ada empat desa sebenarnya yang belum bisa menikmati pendidikan di kabupaten ini. Sekarang ini sangat diperlukan fasilitas sekolah,” sebutnya.

Kades Mulyoharjo itu mengungkapkan lagi, selama ini bagi peserta didik dari Desa Mulyoharjo menuju sekolah milik Pemerintah Provinsi Kalsel harus menempuh jarak kurang lebih 25 km.

“Kami berharap ada sekolah yang lebih dekat daripada ke provinsi tetangga, sehingga pendidikan bisa dinikmati di banua sendiri,” harapnya.

Hal serupa diutarakan Lamsyah selaku Kades Sekayu Baru, fasilitas pembangunan fisik SMK di desanya sangat diperlukan, terutama jurusan khusus, seperti perkebunan dan pertanian agar bisa direalisasikan.

Sejauh ini memang jarak menjadi permasalahan, selain infrastruktur jalan yang tidak mendukung. “Minimal ada SMK, karena siswa-siswi disini mayoritas mengambil jenjang kejuruan,” pungkasnya.

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi

Advertisements