Pemekaran Gambut Raya akan Terus Dikaji

  • Whatsapp
Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Gusti Abidinsyah.(dik)

Banjarmasin, kalselpos.com – Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Gusti Abidinsyah mengungkapkan, bahwa wacana pemekaran Gambut Raya telah mendapatkan respon positif.

Selanjutnya tim dari penuntut akan melaporkan sekaligus memberikan masukan kepada tim peneliti pemekaran Gambut Raya tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita apresiasi perjuangan kawan-kawan, sebagai langkah awal yang baik dalam proses
menuju tahap selanjutnya, tinggal menyempurnakan kembali di penelitian berikutnya agar melengkapi administratif,” katanya, Selasa (26/10).

Menurutnya Gusti Abidin, hal demikian sangat luar biasa, sebab hasilnya positif, kami juga memberikan masukan kepada peneliti bahwa riset ini perlu ditajamkan lagi terkait analisa kelayakannya.

Dikatakanya, dari kajian riset masalah persepsi publik mengenai dukungan masyarakat sejauh mana upaya pemekaran tersebut dilakukan dengan melihat tahapan riset berikutnya sangat penting.

Selain itu pihaknya juga mengusulkan penelitian ini benar-benar dilaksanakan secara independen dan kompeten, sehingga tidak ada intervensi dari pihak manapun, artinya semua murni demi kepentingan rakyat.

“Kami berharap kedepannya lebih banyak lagi hal yang kita perlukan, jadi kalau sudah tajam dan sesuai aturan, Insya Allah semua bisa berjalan untuk penelitian ini,” imbuhnya.

Rencana tahun 2021 riset dilanjutkan kembali, karena ada beberapa hal yang perlu dibahas lagi, jika sudah dinyatakan rampung atau selesai, maka selanjutnya akan disl samaikan melalui ketua diteruskan ke Bupati Banjar.

Mengenai epicentrum, sambungnya, memang harus berada di tengah – tengah, tidaklah mudah, karena ada persoalan lainnya yang harus diperhatikan, diantaranya lingkungan, pengadaan tanahnya dan lain-lain.

“Yang jelas apabila nanti menentukan posisi itu, tim ahli dari pusat juga akan turun, tetapi sudah menyiapkan lahannya juga,” tandas politisi Demokrat itu.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai ketika terjadi pemekaran wilayah, kabupaten induk yang ditinggalkan tidak bisa hidup kembali, itu juga menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan.

“Melihat aspek tadi agar yang ditinggalkan tetap hidup dan yang baru juga hidup,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi