30 Penyandang Disabilitas dapat Bantuan Kemensos

  • Whatsapp
Penyerahan bantuan dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui Balai Budi Luhur Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Kotabaru, kalselpos.com – Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad menghadiri penyerahan bantuan untuk 30 orang penyandang disabilitas (orang gangguan mental) yang ada di Kotabaru yang mana bantuan ini bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui Balai Budi Luhur Banjarbaru Kalimantan Selatan.


Penyerahan ini bertempat di Gedung Islamic Center, Senin (26/10) dan dihadiri oleh Kepala Balai Budi Luhur Banjarbaru, Plt Kepala Dinas Sosial Kotabaru dan warga penerima bantuan.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah H Said Akhmad menyampaikan, penyandang disabilitas orang dengan gangguan jiwa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat serta berhak mendapat perhatian dan kehormatan tanpa dibeda-bedakan.

“Kepedulian dan perhatian dari kita semua adalah kunci bagi penyandang disabilitas orang dalam gangguan jiwa,” ucap Sekda.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru senentiasa berupaya dalam memberikan layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas, karena pada hakekatnya layanan terhadap penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab lintas sektor terlebih dimasa sulit pandemi Covid-19 saat ini.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Kotabaru mengucapkan terimakasih kepada Balai Budi Luhur Banjarbaru yang telah membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial dengan memberikan bantuan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Budi Luhur Banjarbaru Herry Pawoko, bantuan yang diserahkan merupakan bantuan sosial tunai sebesar 2 juta rupiah per orang dari Kementerian Sosial yang disalurkan melalui Balai Budi Luhur untuk disabilitas orang dalam gangguan mental bagi keluarga.

“Untuk Kotabaru sendiri ada sebanyak 30 orang yang menerima bantuan sosial tunai ini,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan pihaknya juga memberikan sosialisasi dan edukasi penanganan penyandang disabilitas mental khusunya bagi keluarga.

Selama ini keluarga kurang memahami dan kurang memiliki keterampilan dalam menangani penyandang disabilitas mental. 

“Semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber dapat memberikan pelajaran bagi keluarga, sehingga penanganan masalah disabilitas di Kotabaru bisa terselaisaikan,” tambahnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Sosial Kotabaru Nurviza juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten selama ini juga sudah memberikan bantuan sosial untuk disabilitas tetapi secara umum termasuk disabilitas mental.

Bantuan 30 orang disabilitas yang diserahkan ini hanya untuk delapan kecamatan, sedangkan untuk kecamatan lainnya terkendala data yang kurang falid.

Dari data yang dimiliki ada seratus orang lebih penyandang disabilitas mental di wilayah Kabupaten Kotabaru, tetapi kendalanya mereka tidak memiliki KK dan KTP.

“KK dan KTP adalah sarat mutlak untuk membuka rekening, selain adanya BNBA dan NIK, kalau tidak ada kita akan di suruh oleh BPK untuk mengembalikan uangnya. Itulah kendalanya makanya kita hanya mendapat 30 orang saja untuk bantuan disabilitas mental ini,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliana
Editor : Aspihan Zain