Rekomendasi Sekolah Tatap Muka Hanya di Jenjang SMP

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin saat memaparkan rencana sekolah tatap muka (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Seletah melakukan rapat Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin bersama Tim gugus tugas P3 Banjarmasin berkait dengan belajar tatap muka di bulan November mendatang.

Dari hasil rapat tersebut hanya di jenjang SMP yang akan diberikan rekomendasi pembelajaran tatap muka, dengan catatan sekolah tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka itu.

“Yang terbiasa budaya sekolah terbiasa selama sama guru ditiadakan karena tidak boleh ada kontak fisik,” ucapnya pada awak media, Jumat (23/10/2020).

Ia menjelaskan, sekolah yang mendapatkan rekomendasi itu hanya jenjang SMP yang memang sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sedangkan untuk jenjang SD, ia melanjutkan, rekomendasi tersebut masih belum diberikan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota B Banjarmasin sesuai dengan Perwali yang terdahulu.

“Awal Januari 2021 mendatang nanti kita persiapkan. Dan Disdik tidak menunjuk sekolah mana yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Melainkan, sekolah itu sendiri yang merekomendasikan kesiapannya untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” terangnya.

Hal ini juga akan di putuskan oleh Plt Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Apabila hasil rapat belajar tatap muka ini direstui, maka Disdik akan uji coba belajar tatap muka yang secara bertahap.

Sementara itu, Juru Bicara Tim GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, prinsip pemberian rekomendasi untuk membuka belajar tatap muka itu, jika sekolah tersebut menyediakan tempat cuci tangan, dan penerapan protokol kesehatan lainnya dengan ketat.

“Kita tidak merekomendasikan untuk tingkat SD, serta Dalam pembelajaran tatap muka itu nanti, akan ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti, seperti jarak duduk murid minimal 1 meter, dan kapasitas kelas tidak boleh penuh. Kapasitasnya hanya 50 persen dari jumlah kapasitas sebenarnya, dan nanti pembelajaran juga dibagi per shift,” jelasnya singkat.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri