Baznas Batola Salurkan Zakat Rp 91, 5 juta

  • Whatsapp
).Baznas Batola saat menyalurkan zakat secara simbolis diserahkan Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony mewakili bupati.

Marabahan, kalselpos.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menyalurkan zakat kepada yang berhak.

Total zakat yang disalurkan di sela acara Sosialisasi dan Rapat Kerja Baznas Batola ini sebesar Rp 91.500.000.

Bacaan Lainnya

 

Wakil Ketua I Baznas Batola, Hazrul Aswad SAP memaparkan, uang zakat Rp91,5 juta ini disalurkan terdiri dari untuk pelajar SD, SLTP, dan SLTA Rp13 juta yang dananya berasal dari penerimaan UPZ Pemkab Batola.

Selain itu juga disalurkan dari penerimaan UPZ Kantor Kemenag Rp 33,5 juta, penerimaan Baznas Batola dari UPZ se-Batola Rp15 juta, serta bantuan anak yatim untuk 3 kecamatan yang diserahkan kepada KUA Tabunganen, Alalak, dan Mandastana masing-masing Rp10 juta.

Selain penyaluran ini, tambah Hazrul, Baznas Batola juga telah menyalurkan zakat pada April, Mei, Juni dan Agustus 2020 sebesar Rp 139 juta termasuk bantuan sembako untuk mustahiq yang terdampak Covid-19 kepada 310 orang dengan total dana Rp47.650.000.

“Total zakat yang tersalurkan hingga saat ini mencapai Rp 230.600.000,” ujarnya, Selasa (20/10/2020).


2). Bupati saat menyampaikan kata sambutan melalui Asisten Bidang Pemerintahan di sela acara sosialisasi dan rapat kerja Baznas Batola.

Peran Baznas Batola untuk turut serta membantu pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat melalui penghimpunan dan penyaluran zakat mendapat apresiasi dari Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

“Kita berharap melalui penyaluran zakat ini akan dapat membantu mengentaskan kemiskinan dan memperkecil kesenjangan sosial yang ada di masyarakat,” kata bupati melalui Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony.

Zakat merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan bagi umat muslim yang mampu sesuai dengan syariat agama Islam.

Selain itu zakat sebagai ibadah amaliyah menjurus ke aspek sosial, yakni mengatur kehidupan manusia dalam hubungan kepada Allah dan hubungan sesama manusia, sebut bupati”.

Menurut bupati, dikeluarkannya Undang-Undang tentang Zakat, karena pemerintah ingin mengendalikan pengeluaran zakat mulai desa hingga pusat supaya dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

Melalui zakat, lanjut Noormiliyani, pemerintah ingin menyamaratakan kesejahteraan masyarakat, karena dengan zakat dapat membantu negara dalam mengangkat kemiskinan.

“Sehingga upaya penanggulangan melalui pemberdayaan zakat, infaq dan sedekah dapat terukur dengan jelas,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi