Sekat Kanal di lahan Gambut berikan manfaat Masyarakat Desa

Kepala Desa Tatakan, Ilhamsyah ketika diwawancarai wartawan.(Anas Aliando)

Rantau, kalselpos.com– Ratusan hektar lahan gambut yang ada di Desa Tatakan Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin ketika musim kemarau panjang selalu terbakar.

Seperti pada musim kemarau tahun 2015 dan 2017 lalu, lahan gambut di desa tersebut luluh lantak dimakan api.

Bacaan Lainnya

Namun sejak dibangunkan sekat kanal oleh Badan Restorasi Gambut RI, kebakaran di lahan gambut bisa teratasi karena lahan gambut selalu basah.

“Kami merasakan sekali manfaat dari sekat kanal, selain bisa mencegah kebakaran, air dari sekat kanal juga bermanfaat untuk pertanian dan perkebunan,” ujar Kepala Desa Tatakan, Ilhamsyah saat memberikan sambutan pada sarasehan bersama Tim BRG yang berkunjung ke desa Tatakan, Jumat (16/10/2020).

Ilhamsyah mengatakan, sebelum sekat kanal dibangun di desa mereka, lahan gambut nyaris tidak bisa dimanfaatkan karena pada musim hujan selalu tergenang air.

“Ketinggian air bisa lebih dari dua meter. Namun dengan adanya sekat kanal ini, lahan tidak lagi tergenang pada musim hujan dan tidak kering pada musim kemarau,” bebernya.

Bersama aparat desa dan warganya, Ilhamsyah selalu berkoordinasi dengan Badan Restorasi Gambut pusat dan daerah untuk melakukan terobosan agar lahan gambut semakin memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

“Kedepan kita ada rencana menjadikan lahan gambut untuk budidaya ikan, peternakan ayam, holtikultura dan pemancingan,” ungkapnya.

Ilhamsyah menambahkan, lahan gambut di desanya jaraknya juga tidak terlalu jauh dengan kawasan konservasi Bekantan di Sungai Puting.

“Kedepannya jalan akan dilebarkan sampai 25 meter untuk menuju lokasi konservasi Bekantan. Dengan adanya akses jalan itu diharapkan semakin menumbuhkan perekonomian masyarakat karena usaha baru akan terus bermunculan seperti warung, rumah makan dan nantinya bisa saja dibangun hotel karena bekantan juga diminati wisatawan mancanegara,” cetusnya.

Sementara itu, Haris Gunawan, Deputi IV Penelitian  dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut Indonesia yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, lahan gambut yang ada di desa Tatakan dan sekitarnya kondisinya semakin menipis.

“Itu bisa dilihat dari warna air yang bening. Kalau kondisi gambutnya bagus air akan keruh dan kehitaman,” ungkapnya.

Karena itulah Haris meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga lahan gambut agar bisa dinikmati generasi berikutnya.

“Mari kita bersama – sama menjaga lahan gambut agar lestari dengan menjaganya dari kebakaran, agar lahan gambut selalu basah maka sebaiknya jangan ditanami sawit,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE