Lahan gambut Desa Teluk Karya, belum Tergarap Maksimal

Kerajinan sasirangan dan anyaman purun masyarakat Desa Teluk Karya hasil binaan BRG Pusat.(Anas Aliando)

Balangan, kalselpos.com– Ratusan hektar  lahan gambut di Desa Teluk Karya, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan belum tergarap maksimal.

“Luas wilayah desa kami kurang lebih 515 hektar dengan luasan lahan gambut diperkirakan 111 hektar. Namun lahan gambut yang dikelola masyarakat baru 35 hektar,” ujar Kepala Desa Teluk Karya, Fajriannor kepada kalselpos.com, usai menerima kunjungan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat, Jumat (16/10/2020).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, lahan gambut di Desa Teluk Karya merupakan salah satu yang direstorasi oleh BRG Pusat.

“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada BRG. Remaja yang selama ini banyak menganggur kini tidak lagi karena punya kegiatan yang bernilai ekonomis seperti pembuatan kain sasirangan dengan pewarna alami, pembuatan sirup dari bunga Rosela dan kerajinan anyaman purun,” bebernya.

BRG, lanjut Fajriannor, melakukan pembinaan kepada warga desa sejak tahun 2019. “Sempat mandeg pada bulan Maret karena pandemi Covid-19, kemudian berlanjut lagi pada bulan Mei hingga saat ini,” ungkapnya.

Fajriannor mengatakan, dengan adanya binaan dari BRG, maka masyarakat desa sangat merasakan manfaatnya.

“Semoga terus berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa kami,” harapnya.

Fajriannor mengungkapkan, Desa Teluk Karya merupakan desa terluar yang ada di Kabupaten Balangan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Desa kami juga masih berstatus desa tertinggal dengan jumlah 150 kepala keluarga atau 700 jiwa. Semoga saja dengan adanya pembinaan dari BRG, desa kami bisa lepas dari status desa tertinggal,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE