Selamatkan lahan gambut, warga diminta tidak menanam Sawit

Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan meninjau sekat kanal di Desa Tatakan, Kabupaten Tapin.(Anas Aliando)

Rantau, kalselpos.com – Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan peninjauan sekat kanal dan lokasi lahan gambut yang berlokasi di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Jumat (16/10/2020).

Dipimpin Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan, Haris Gunawan, peninjauan dimulai dengan melihat kondisi sekat kanal dan lahan gambut yang semakin menipis ketebalannya.

Bacaan Lainnya

“Melihat dari warna air yang bening, maka dapat disimpulkan lahan gambut sudah menipis. Itu disebabkan di atas lahan tidak ada lagi ditumbuhi pohon seperti galam,” ujar Haris Gunawan.

Disampaikannya, ada 56 ribu hektar lahan gambut di delapan kabupaten se Kalsel yang menjadi target restorasi.

Haris mengatakan, salah satu faktor yang menyedot air di lahan gambut adalah perkebunan kelapa sawit.

“Berkurangnya air pada lahan gambut memberikan dampak negatif, antara lain penurunan TMA, penurunan permukaan gambut, emisi CO2, terjadinya kebakaran dan kekeringan total atau irreversible drying,” ungkapnya.

Haris mengharapakan masyarakat desa Tatakan untuk tidak lagi menanam sawit namun diarahkan untuk pengembangan komoditas bernilai ekonomis bagi masyarakat desa seperti pemancingan, perkebunan jeruk dan lainnya.

Saat ini di Kalsel sudah dibuat 14 unit sekat kanal. Dengan adanya sekat kanal akan mampu untuk pembasahan lahan gambut agar tidak kering saat tiba musim panas.

“Diatas lahan gambut bisa ditanam pohon-pohon yang daunnya bisa berjatuhan agar generasi selanjutnya dapat menikmati lahan gambut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tatakan, Ilhamsyah menyambut baik kedatangan Badan Restorasi Gambut, “Mewakili warga Desa Tatakan kami merasakan sekali manfaat dari adanya sekat kanal yang telah dibangun karena dapat membasahi lahan,” imbuhnya.

Ilhamsyah berujar, mayoritas warga Desa Tatakan adalah petani dan pekebun sehingga  dapat dipastikan tidak akan lagi ada yang menanam sawit tapi akan dicari solusi untuk menanam yang lain agar ekosistem lahan gambut tidak terdegradasi. 

Kemudian, lanjut Ilhamsyah, untuk meningkatkan perekonomian warga yang tinggal di sekitar area lahan gambut, melalui Program Revitalisasi Ekonomi Masyarakat, di Desa Tatakan akan di buat jalur pariwisata ke eko wisata Bekantan,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE