Terpakai Rp207 M, anggaran Covid cuma ‘tersisa’ Rp20 M

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan menyampaikan press release penanganan Covid -19 di Provinsi Kalsel kepada wartawan, Kamis siang.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Anggaran dana Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berjumlah Rp233 Miliar, kini sudah terpakai sebanyak Rp207 Miliar. 

“Masih ada sisa saldo Rp20 Milyar lebih hingga 13 Oktober 2020,” ujar Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan kepada wartawan di Banjarmasin dalam Press Release Penanganan Covid -19 di Kalsel, Kamis (15/10/2020).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, yang paling besar menghabiskan anggaran dana  Covid-19 adalah penanganan pasien yang di karantina.

Rudy membeberkan, sampai 14 Oktober 2020, Provinsi Kalsel memperoleh tingkat kesembuhan sebesar 87,12 persen (ranking ke-4 setelah Provinsi Maluku Utara, Gorontalo dan Kalimantan Utara. Urutan ke-5 adalah Jawa Timur). Adapun target yg diberikan pemerintah sebesar 80 persen.

“Penambahan kasus aktif, sampai dengan 14 Oktober 2020, Provinsi Kalsel memperoleh angka 8,88 persen ranking 4 setelah Jawa Timur, Maluku Utara dan Gorontalo. Posisi ke-5 adalah Bali. Target yang diberikan pemerintah adalah kurang dari 20 persen,” bebernya.

Rudy juga menyampaikan  perkembangan dalam 2 minggu terakhir 1 – 14 okt 2020,  kesembuhan pada 1 okt Provinsi Kalsel berada diangka 85,5 persen, sedangkan pada 14 okt mencapai 87,9 persen atau naik 2,4 persen.

Selanjutnya prosentase penambahan kasus aktif, pada 1 Oktober Provinsi Kalsel berada diangka 10,4 persen, sedangkan pada 14 Oktober menjadi 8,1 persen atau turun  hingga 2,3 persen.

“Untuk prosentase angka kematian, pada 1 Oktober Provinsi Kalsel memperoleh angka 4,08 persen, sedangkan pada 14 Oktober menjadi 3,98 persen atau menurunkan hingga 0,1 persen,” ujarnya.

Rudy juga menyampaikan, Provinsi Kalsel yang semula berada pada zona merah, bergeser menjadi zona orange.

“Untuk kabupaten/kodya yang memperoleh zona merah semula berjumlah 4, menjadi tinggal 1 kabupaten saja, yaitu Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Rudy juga membeberkan upaya yang telah dilakukan dalam menekan penambahan kasus positif dengan penambahan alat PCR yang awalnya cuma 2 saat ini sudah 16 PCR dan  3 TCM.

“Juga adanya penambahan kapasitas RS dan tempat karantina yaitu 7 RS rujukan dengan 589 tempat tidur, 186 terisi dan sisa 403 serta 27 balai karantina dengan 1693 tempat tidur, 60 terisi dan  sisa 1633,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE