Pemprov Kalsel gelar Rakerda jaga stabilitas inflasi

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan menerima cindramata uang kertas baru dari Kepala BI Perwakilan Kalsel, Amanlison Sembiring.(ist)

Banjarbaru, kalselpos.com– Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota menggelar high level meeting dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) semester II untuk menjaga stabilitas inflasi dan kelancaran distribusi di masa pandemi Covid-19, Selasa (13/10) siang di Gedung Idham Chalid.

Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan mengharapkan sinergitas antar pemerintah daerah serta lembaga terkait dalam upaya mengatasi tekanan deflasi dan terkontraksinya pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Bacaan Lainnya

“Kondisi perekonomian saat ini tak menentu sebagai dampak wabah Covid-19, kondisi ini harus jadi perhatian para kepala daerah di Kalsel betapa menentukannya upaya pengendalian ekonomi yang dilaksanakan TPID Provinsi maupun Kabupaten/kota,” kata Rudy Resnawan.

Diakui Rudy, untuk saat ini sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sesuai yang diharapkan. Pasalnya saat ini pertumbuhan ekonomi Kalsel telah mengalami kontraksi 2,61 persen. Belum lagi adanya tekanan deflasi sebagai akibat menurunnya pendapatan masyarakat.

Upaya pengendalian inflasi merupakan faktor menentukan dalam perekonomian di daerah. “Kuncinya adalah pengendalian inflasi, jangan sampai terjadi deflasi karena sangat menentukan dalam upaya pertumbuhan ekonomi,” ujar Rudy.

Ia berharap ada harmonisasi dalam menentukan strategi pemulihan ekonomi melalui peningkatan daya beli masyarakat, pengendalian harga, ketersediaan pangan, stimulus ekonomi dan berbagai kebjakan moneter.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalsel Amalinson Sembiring melaporkan perekonomian Kalsel hingga September 2020 mengalami deflasi 0,30 persen. Inflasi tahunan  sampai September 2020 sebesar 1,04 persen.

“Sementara inflasi tahun berjalan Kalsel terjadi deflasi 0,03 persen,” terang Armalinson.

Upaya pengendalian inflasi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan instansi terkait. Diakui Armalinson, TPID menghadapi tantangan berat dan kompleks sebagai akibat ketidakpastian ekonomi sebagai dampak wabah Covid secara global.

“Tingkat permintaan barang dan jasa menurun tajam akibat aktivitas ekonomi  masyarakat turun, uang beredar ikut menurun,” katanya.

Kondisi ini memerlukan penanganan segera dengan mendorong peningkatan daya beli masyarakat. “Insentif pelaku usaha untuk produksi, stimulus ekonomi, program padat karya dan pembukaan sektor ekonomi potensial,” tambah Armalinson.

TPID memiliki peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi. “Keberhasilan TPID dapat terwujud melalui sinergi dengan mitra strategis seperti Satgas Pangan, pemberitaan positif media, asosiasi pengusaha dan pedagang dan lainnya,” kata Armalinson.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE