Keluarga Pasien keluhkan minimnya Fasilitas Tempat Karantina di RS Stagen

Keluarga pasien mengeluhkan buruknya fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) dan sanitasi di rumah sakit Stagen, selama ini digunakan para pasien karantina.

Kotabaru,kalselpos.com– Minimnya fasilitas dibangunan rumah sakit Stagen, tempat karantina pasien orang tanpa gejala (OTG) terkonfirmasi positif Covid-19 terus dikeluhkan.


Rembesan air kotor, diduga dari saluran pembuangan tempat Buang Air Besar (BAB) yang menetes dari lantai atas ke bawah hingga mengenai pasien yang menempati ruangan, jadi salahsatu pemicu keluhan tersebut.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, persoalan tersebut sebelumnya pernah dibahas pada rapat gabungan Komisi di DPRD, Pemerintah Daerah dan Forkopimda. Disepakati perbaikan beberapa fasilitas yang dikeluhkan segera ditanggulangi, namun tetap masih ada dikeluhan.

Ditengarainya ketidak seriusan instansi bertanggung jawab, persoalan itu memantik reaksi dari keluarga pasien menjalani karantina di RS Stagen.

Nooripansyah, salahsatu keluarga pasien mengeluhkan buruknya fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) dan sanitasi di rumah sakit Stagen, selama ini digunakan para pasien karantina.

“Kalau makanan enak, diatas standar. Sesuai dengan anggaran diberikan,” kata Nooripansyah kepada Kalselpos.com.

Menjadi persoalan air kotor menetes dari lantai atas mengenai pasien, saat melakukan kegiatan di kamar mandi di bagian bawah.

“Kalau seperti itu lebih baik menjalani isolasi di rumah. Fasilitas dan kamar tetap higienis,” ujar Nooripansyah.

Selain itu, ia menilai penanganan pasien karantina juga diskriminatif. Pejabat boleh dikarantina di rumah, sementara masyarakat dipaksa karantina di rumah sakit Stagen.

“Jangan diskriminatif. Kalau disiplin, tegakkan disiplin benar-benar. Tidak ada yang mandiri termasuk pejabat yang positif. Harus karantina mandiri di sana juga,” beber Ipansyah.

Nooripansah memberi waktu kepada pihak berwenang segera menyelesaikan fasilitas dikeluhkan pasien. “Ingatkan, keluarga saya ada di sana. Dan, apabila MCK-nya tidak diperbaiki. Aku ambili paksa. Baik istirahat di rumah sendiri. Kamar nyaman, udara nyaman, kamar mandi di dalam. Lahir bathin nyaman. Terserah mau apa,” imbuh Nooripansyah, dengan bahasa daerah.

Pasien stres bukan karena covid-19, namun karena MCK yang tidak layak. “Coba bayangkan masing-masing. pas lagi BAB menetes air kotor. Air apa itu dari atas?,” sambungnya dengan nada bertanya.

“Penampungan pengungsi lebih tepatnya. Sampah berserakan, jemuran dimana-mana,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ardiansyah
Editor : Aspihan Zain