Akibat Pandemi, Motoris Kelotok Wisata Gigit Jari

Muhammad Alpyah Rakhman saat kampanye di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui.(Ist) Nasib motoris kelotok wisata yang hanya bisa gigit jari di tengah pandemi lantaran belum ada kepastian kapan dibukanya wisata siring menara pandang (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Hampir selama enam bulan motoris kelotok di kawasan Siring Piere Tendean harus kehilangan omset atau pengunjung yang hendak naik kelotok.

 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut terjadi usai ditutupnya kawasan Siring Piere Tendean Menara Pandang oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak Juli yang lalu lantaran ditemukannya kasus Covid-19 di Buki Kayuh Baimbai tersebut.

Amang Usai, salah seorang motoris kelotok wisata, mengaku semenjak ditutupnya kawasan Siring Piere Tendean, saat itu pula pendapatan berkurang sangat drastis.

“Iya, sepi sekali tarikan, dari akhir pekan kemarin satu buah kelotok pun tidak beroperasi,” ujar pria bertubuh gempal itu, Minggu (11/10/20) kepada wartawan.

Selama ini seluruh motoris sudah pernah mencoba memindah loket tiket menuju seberang. Atau ke Siring kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Namun, tak ada seorang pengunjung pun yang mau naik kelotok.

“Kami sempat mencobanya selama lima pekan.l pindah ke seberang, memang banyak yang berkunjung ke Siring Jenderal Sudirman, tapi tak ada satu pun yang mau naik kelotok. Makanya kami pindah ke sini lagi,” ungkapnya.

Menaggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al Haq menerangkan menjelaskan, selama masih ditemukannya kasus Covid-19 di kota Banjarmasin pihaknya tidak mau mengambil resiko membuka fasilitas pariwisata.

Pasalnya, saat ini Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini masih masih terdapat satu kelurahan yang berstaus zona merah.

“Jadi, kami belum berani untuk membuka kawasan itu,” tukasnya.

Menurutbya, Memang, pertimbangan ditutup atau dibuka kawasan Siring Piere Tendean itu masih merujuk pada status penularan COVID-19 di Kota Banjarmasin.

Pemko Banjarmasin menilai. Apabila kawasan yang menjadi spot favorit warga itu dibuka di tengah pandemi, dikhawatirkan bakal menjadi sarana untuk berkumpulnya banyak orang dan berpotensi mendatangkan keramaian.

Tidak hanya di kawasan Siring Piere Tendean saja. Ikhsan menjelaskan, berapa zona wisata yang dikelola oleh Pemko Banjarmasin maupun masyarakat pun diminta untuk tidak dibuka alias ditunda dulu.

“Kami tidak dapat memprediksi kapan kawasan objek wisata di Banjarmasin bakal dibuka,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri